Media Center, Selasa ( 30/01 ) Ratusan pengrajin seni ukir mengikuti Sumenep Mengukir sebagai rangkain kegiatan menyambut tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018 di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Rabu (30/01).
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Sofiyanto, SE, M.Si mengatakan, Sumenep Mengukir sebagai rangkain kegiatan tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018, sengaja digelar atas keinginan masyarakat Desa Karduluk untuk semakin mengenalkan Desa setempat sebagai pusat Seni Ukir terbesar di Kabupaten Sumenep.
“Peserta Sumenep Mengukir yang di pusatkan di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Rabu (31/01) besok melibatkan 652 pengrajin seni ukir, dan pengrajin seni ukir itu warga masyarakat Desa setempat,” kata Sofiyanto Selasa (30/01).
Sofiyanto menyatakan, rangkaian kegiatan Sumenep Mengukir Tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018 juga sebagai awal untuk menetapkan Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan sebagai Kampung Ukir di Sumenep. Bahkan pihak Desa Karduluk telah sepakat untuk menindak lanjuti penetapan Kampung Ukir dengan menyiapkan lahan sebagai pusat Galeri Ukir pengrajin masyarakat di Desa setempat.
“Kami sudah berkomuniaksi dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat Desa Karduluk siap untuk menjadikan lapangan Desa setempat sebagai tempat Galeri Ukir, sehingga masyarakat yang ingin membeli ukiran langsung ke Galeri Ukir, tidak usah ke rumah pengrajin seni ukir,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, untuk kegiatan Sumenep Mengukir yang melibatkan 652 pengrajin seni ukir itu dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari, dan di lokasi kegiatan, mereka menggarap bermacam-macam ukiran, sehingga masyarakat bisa melihat secara langsung proses seni ukir itu.
“Kegiatan Sumenep Mengukir pada pagi harinya melibatkan 300 pengrajin seni ukir, dan siang harinya 352 pengrajin. Mereka bersama-sama di lakosi kegiatan mengukir secara bersama-sama mengerjakan bermacam-macam jenis ukiran,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )