News Room, Jumat ( 26/08 ) Ratusan pekerja lahan pegaraman I, di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, menggelar aksi didepan Kantor Pegaraman I Kalianget, Sumenep, Jumat (26/08) pagi. Mereka menuntut pemberian bingkisan sembako lebaran pada PT. Garam. Sayangnya, aksi ini diwarnai adu jotos antara Security PT. Garam dengan para pendemo, saat pekerja lahan Pegaraman I berdialog dengan Kepala Pegaraman I PT. Garam. Beruntung bentrok kedua kelompok segera teratasi, sesaat setelah petugas kepolisian tiba di kantor Pegaraman I PT. Garam Kalianget, Sumenep. Ketua Persatuan Buruh Garam Sumenep (Paberes), Zainal mengatakan, kedatangan dirinya ke Kantor Pegaraman I untuk menuntut haknya mendapat bingkisan lebaran berupa sembako. “Kami hanya minta hak diberi bingkisan lebaran. Mestinya bingkisan ini kebijakan PT. Garam terhadap buruh yang mendatangkan hasil. Karena, tahun kemarin kami memperoleh bingkisan, tapi kenapa tahun ini tidak ada. Justru PT. Garam memberi bingkisan pada orang luar, ini kan tidak adil,”kata Zainal, didepan Kantor Pegaraman I PT. Garam Kalianget, Sumenep, Jumat (26/08). Sementara, Kepala Pegaraman 1 PT. Garam, Yanu Fathorrahman menjelaskan, bahwa para pekerja lahan pegaraman I tersebut, memang tidak diberi jatah bingkisan lebaran. “Mereka sudah diberi Tunjangan Hari Raya (THR) kok, seniali Rp. 180.000,00. Untuk bingkisan sembako tersebut tidak untuk para pekerja lahan pegaraman, tapi untuk kaum dhuafa di lingkungan Pegaraman 1,”terang Yanu. Yanu juga mengungkapkan, tuntutan para pekerja lahan pegaraman I itu akan diusulkan pada pimpinan. “Kami tidak punya kewenangan. Secepatnya kami ajukan tuntutan para pekerja Pegaraman I pada pimpinan,”ungkapnya. Penjelasan Kepala Pegaraman I PT. Garam Kalianget tersebut, nampaknya tidak diindahkan. Terbukti, para pekerja tetap ngotot minta diberi bingkisan lebaran berupa sembako. Bahkan, mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar, jika tuntutan itu tidak terealisasi, serta akan mogok kerja. ( Nita, Esha )