News Room, Rabu ( 22/04 ) Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Legislatif (Pileg) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, terpaksa dihentikan, gara-gara ratusan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM-PTAI) se Madura, melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (22/04) pagi. Ketua KPU Sumenep, Toha Samadi, ST mengatakan, rekapitulasi penghitungan suara Pileg dihentikan, sesuai kesepakatan dengan para saksi. Sebab, mereka merasa terganggu dan tidak bisa konsentrasi dengan kedatangan para aktivis mahasiswa tersebut. “Saya sangat prihatin aksi unjuk rasa ini, karena telah mengganggu hak orang lain, terutama kami yang sedang merekap penghitungan suara Pileg,â€Âkata Toha, pada wartawan di kantornya, Rabu (22/04). Ia menjelaskan, seharusnya mereka menyampaikan aspirasinya secara baik-baik, bukan dengan berunjuk rasa. Sebab, sudah diketahui saat ini KPU sedang melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pileg, yang betul-betul membutuhkan konsentrasi penuh. “Saya melihat arah dan tujuan aksi dari mahasiswa ini sudah melenceng jauh,†ujarnya. Toha menerangkan, rekapitulasi ini akan dilanjutkan setelah aksi tersebut berakhir. Setelah melalui proses yang cukup alot, akhirnya Ketua KPU mempersilahkan 5 perwakilan mahasiswa untuk duduk bersama, menyampaikan aspirasinya. ( Nita, Esha )