Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-12-2013
  • 455 Kali

Raskin Jelek, Pimpinan Bulog Tuding Kades Enggan Menebus

News Room, Jumat ( 20/12 ) Fakta yang mencuat kepermukaan terkait kwalitas beras untuk warga miskin (raskin) yang jelek ketika disalurkan kepada penerima manfaat, diakibatkan terlalu lama disimpan di Gudang Bulog, justru dianggap hal keliru. Sebab, penyimpanan raskin di Gudang Bulog tersebut dikarenakan para Kepala desa (kades), utamanya kepulauan, enggan melakukan penebusan raskin hingga mencapai 3 bulan lebih. Kepala Gudang Bulog Sumenep, Ainul Fatah menuding para Kepala Desa kurang antusias dalam menebus raskin. Buktinya, mereka kebanyakan menebus secara massal, yakni 3 bulan sekali. “Mestinya kan raskin ini ditebus tiap bulan, karena jatah tiap Desa itu diatas 1.000 kilogram. Nah, kalau penebusannya saja sudah 3 bulan sekali, secara otomatis raskin itu disimpan dong digudang. Masak mau kita pakai sendiri?,”terangnya. Ia mengatakan, bahwa beras yang diperuntukkan program bantuan pemerintah itu kualitasnya sudah standard premium. “Sebelum masuk gudang, kita mengecek terlebih dahulu kwalitas beras tersebut. Tapi, kalau beras terlalu lama disimpan, kwalitasnya akan semakin menurun, apalagi standart premium,”ujarnya. Selam ini, kata Minul, sapaan akrab Ainul Fatah, pihaknya telah membuka pintu bagi Kepala Desa yang menerima raskin dengan kuantitas tidak sesuai penebusan dan kwalitas jelek, untuk segera dikembalikan dan diganti. “Itu sudah kami buktikan terhadap Desa Pancor, Kecamatan Gayam (Pulau Sapudi). Raskin yang diterima warga setempat memang kwalitasnya jelek, kami pun langsung menarik dan menggantinya sebanyak 18 ton lebih. Jadi, kami tidak main-main dengan raskin ini,”ungkapnya. Untuk menghindari hal serupa, pihaknya meminta para Kades, baik di wilayah daratan maupun kepulauan supaya menebus raskin secara rutin setiap bulan, sehingga kualitas dan kuantitasnya tidak berubah. “Kami sangat yakin kalau penebusan itu sesuai ketentuan, yakni tiap bulan, kwalitas raskin dijamin akan bagus dan kwantitasnya tidak berkurang,”pungkasnya. ( Nita, Esha )