Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-03-2009
  • 658 Kali

RAPBD Defisit Rp 165,5 M Netto Rp 165,6 M

DPRD Sumenep News: Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2009 sejak kemarin 03/3 telah memasuki tingkat komisi-komisi DPRD. Dengan bertempat di ruang rapat kerja komisi, keempat komisi secara detil dan spesifik membahas bersama konterpat dari eksekutif. Keempat Komisi tersebut, yaitu Komisi A membidangi masalah Hukum dan Pemerintahan, Komisi B membidangi masalah Keuangan dan Perekonomian, Komisi C membidangi masalah pembangunan fisik, dan Komisi D membidangi masalah Pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Direncanakan, pembahasan di tingakat komisi ini akan berlangsung hingga 14 Maret mendatang. Hasilnya akan disampaikan dalam Rapat Paripurna ke empat masa sidang ke-1 Tahun sidang 2009 tanggal 16 Maret di ruang Graha Paripurna Dewan. Laporan komisi ini selanjutnya akan menjadi materi pembahasan kompilasi ditingkat Panggar, sebelum Rancangan APBD ditetapkan sebagai keputusan bersama antara eksekutif dan legislatif. Sebelumnya, pada pembahasan pendahuluan, tiga tahapan telah dilalui dalam mekanisme pembahasan RAPBD. Tiga tahapan itu, yaitu penyampaian Nota Keuangan Bupati Sumenep terhadap Raperda tentang APBD TA 2009, penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi terhadap penyampaian Nota Bupati, dan Jawaban Eksekutif terhadap penyampaian PU fraksi-fraksi. Ketiga tahapan ini dilaksanakan dalam forum rapat Paripurna Dewan di ruang Graha Paripurna. Sebagaimana disampaikan dalam Nota Keuangan Bupati Sumenep, pada sisi Pendapatan daerah dalam Rencana Plafon Pendapatan Tahun Anggaran 2009, ditargetkan sebesar Rp 785.291.630.313. Target ini mengalami kenaikan sebesar Rp 37.225.534.439, atau naik 4,98 persen dari pendapatan Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 748.066.095.874. Adapun total target pendapatan tersebut diprediksi diperoleh dari target : pertama, Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp 38.122.506.931. Besaran terget ini mengalami penurunan sebesar Rp 4.673.057.234 atau turun 10,92 persen dari pendapatan Tahun Anggaran 2008 yang sebesar Rp 42.795.564.165; Kedua, dari Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp 716.538.465.182. Besaran dana ini bertambah sebesar Rp 35.790.228.473 atau naik 5,26 persen dari Target Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2008 yang sebesar Rp 680.748.236.709; Dan ketiga, dari target Lain-lain Pendapatan Yang Sah Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp 30.630.658.200, bertambah sebesar Rp 6.108.363.200 atau naik 24,91 persen dari Target Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 24.522.295.000. Sedangkan rincian perangkaan untuk Rencana Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009, ditargetkan sebesar Rp 950.857.081.382, bertambah sebesar Rp 37.475.716.089 atau naik 4,10 persen dari Anggaran Belanja Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 913.381.365.293. Jumlah target anggaran belanja ini mencakup Rencana Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp 629.145.908.046, bertambah sebesar Rp 63.661.109.585 atau naik 11,26 persen dari bila dibandingkan dengan Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 565.484.798.461; Dan Belanja Langsung Tahun Anggaran 2009 direncanakan sebesar Rp 321.711.173.337, berkurang sebesar Rp 26.185.393.495 atau turun 7,53 persen dari Belanja Langsung Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 347.896.566.832. Jika total Pendapatan sebesar Rp 785.291.630.313 dihadapkan dengan total Anggaran Belanja sebesar Rp 950.857.081.382 terjadi kekurangan atau Defisit sebesar Rp 165.565.451.069. Sementara Anggaran Pembiayaan yang disediakan untuk setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya adalah sebagai berikut: Pertama, Penerimaan Pembiayaan untuk Tahun Anggaran 2009 yang terdiri dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya, dan Penerimaan Dana dari Transfer Deposito, dianggarkan sebesar Rp 170 M, berkurang sebesar Rp 29.301.254.605 atau turun 14,70 persen dari Penerimaan Pembiayaan Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 199.301.254.605. Kedua, Pengeluaran Pembiayaan Tahun Anggaran 2009 yang terdiri dari Pembentukan Dana Cadangan, Pembayaran Pokok Utang, dan Dana Revolving, dianggaran sebesar Rp 4.325.000.000, berkurang sebesar Rp 29.660.985.186 atau turun 87,27 persen dari Pengeluaran Pembiayaan Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp 33.985.985.186. Dari selisih Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 170 M dengan Pengeluaran sebesar Rp 4.325.000.000 terdapat Pembiayaan netto sebesar Rp 109.548.931.000. Dari Defisit Belanja sebesar Rp 165.565.451.069. maka ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp 165.675.000.000 terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaan Tahun Berkenaan sebesar Rp 109.548.931.(Mam)