Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-03-2008
  • 591 Kali

Rais Syuriyah PC-NU Sumenep Keluarkan Taushiyah

News Room, Rabu (12/03) Munculnya komunitas Nahdlatul Ulama (NU) dalam perhelatan kancah politik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, yang akan dilaksanakan bulan Juli 2008 mendatang, membuat Rais Syuriyah PCNU Sumenep, KH. Moh. Ishomuddin mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan taushiyah, yang meliputi tiga hal, yakni menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU, mulai tingkat cabang, MWC sampai ranting, termasuk pengurus lembaga dan Badan Otonom NU, agar tidak terlibat secara langsung dalam dukung-mendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Kemudian pengurus NU, lembaga dan Badan Otonom di semua tingkatan yang terlibat sebagai Tim Sukses salah satu Cagub dan Cawagub, diharapkan non aktif sebagai pengurus, serta warga nahdliyyin diharapkan dalam Pilgub Jatim nanti, supaya menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab, sesuai ijtihad politik masing-masing dengan senantiasa menjaga Ukhuwah Nahdliyyah dan Ukhuwah Islamiyah. Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, Drs. KH. Abdullah Cholil, M.Hum menuturkan, Taushiyah itu memang perlu dikeluarkan sejak dini, untuk meredam warga NU agar tidak terkoyak terhadap perbedaan ijtihaj politik. “Selama ini NU selalu dijadikan alat untuk meraup simpati dari masyarakat, terutama warga NU sendiri, sehingga tidak segan-segan kader NU dilamar untuk masuk kedalam ranah politik”, ujarnya. KH. Abdullah Cholil menerangkan, meskipun kader-kader NU ada yang terlibat dalam kancah politik, namun pihaknya yakin bisa menggiring warga NU akan tetap mempertahankan netralitas dan Ukhuwah Nahdliyyah. Karena itu, pihaknya meminta kepada tokoh terbaik NU di Jawa Timur, agar istiqomah dalam mengurus NU sendiri. ”Jika tokoh NU betul-betul mengurus NU dengan baik, akan lebih terhormat dari pada berkecimpung dalam kancah politik”, tegasnya. ( Nita, Esha )