News Room, Jumat ( 28/02 ) Sebanyak 10 rumah di Desa Talang dan Juluk, Kecamatan Saronggi, Sumenep, kemarin (27/02) sore, porak-poranda disapu angin puting beliung. Tidak hanya rumah, sebuah warung makan Milik Zihad (30 tahun) di Dusun Polai, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, rata dengan tanah. Angin puyuh berwarna hitam dari arah timur, datang tiba-tiba ketika hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Saronggi, dan secepat kilat angin tersebut menyapu rumah dan warung milik warga setempat. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena disaat kejadian aktifitas warung sedang. Selain itu, di Dusun Bunok, dan Dusun Ares, 2 Gudang penyimpanan jagung, serta puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan, terutama dibagian atap rumah, karena diterbangkan angin. Mahmudi, warga setempat, mengaku kaget dengan kejadian itu. “Tidak ada yang menyangka akan diterjang angin puyuh. Kejadiannya sangat cepat sekali. Disaat hujan lebat, ada angin puyuh, lalu genting-genting beterbangan,”tukasnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi sangat besar, sehingga pihaknya berharap segera ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama untuk ikut meringankan beban warga yang rumahnya sudah luluh lantak, akibat terjangan angin puting beliung. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si langsung turun ke lokasi untuk melihat dan mendata jumlah bangunan yang rusak. “Kami masih mendata rumah warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Jadi, belum diketahui secara pasti berapa kerugian akibat kejadian ini,”ungkapnya. Dia menegaskan, seluruh bangunan yang rusak akan memperoleh bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan masing-masing. “Untuk sementara yang kita data sebanyak 10 rumah, namun kita masih terus datangi satu persatu,”pungkasnya. ( Nita,Esha )