Sumenep-Kominfo News Room : Pemprop Jatim akan meningkatkan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas siaga. Langkah ini akan memberikan kemudahan pada masyarakat di Desa terpencil dan memberikan penanganan pertama terhadap pasien. Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Guntur Budi Wanarto usai Workshop Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu Bayi dan Balita, di DPRD Jatim, Senin (25/06) sore mengatakan, Puskesmas siaga ini akan membantu memberikan pertolongan pertama di Desa, sehingga tidak perlu datang ke rumah sakit daerah serta menjadikan RSU tidak lagi sebagai puskesmas raksasa seperti yang terjadi saat ini. Selama ini, puskesmas di desa terpencil belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan SDM dan peralatan. Puskesmas siaga ini akan memberikan pelayanan 24 jam dengan kualitas bagus dan peralatan yang lengkap. Di Jatim sendiri saat ini memiliki 31 puskesmas siaga tersebar di 17 Kabupaten/Kota yang seluruhnya dibangun pemprop. Untuk memenuhi pelayanan secara baik, Dinkes menargetkan tiap daerah harus memiliki 4 puskesmas siaga, walaupun disadari hal itu sulit terwujud karena tiap Kabupaten/Kota memiliki prioritas tersendiri untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). â€Program ini sebenarnya tanggung jawab Pemkab/Pemkot. Karena itu, langkah pemprop hanya mendorong agar merealisasikannya. Untuk pembangunan fisik sendiri, pemprop harus mengeluarkan dana Rp. 800 juta/unit,†ujarnya. Keberadaan puskesmas siaga secara otomatis akan mengurangi risiko kematian bayi dan ibu melahirkan karena memperoleh pelayanan yang cepat dan bagus. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rachmawati Peni Sutantri mengatakan, selain meningkatkan standar pelayanan, alat, sumberdaya manusia dan infrastruktur, juga harus ada alat ukur yang jelas untuk mengetahui perkembangan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini karena Pemkab/Pemkot juga dianggap mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. ( JNR, Esha )