Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-09-2009
  • 475 Kali

Puskesmas Kota Sumenep Rutin Lakukan Penyuluhan

News Room, Jum’at ( 02/09 ) Menutup, mengutas, dan mengubur atau yang lebih dikenal 3-M, tetap menjadi bagian penting oleh masyarakat untuk menanggulangi berjangkitnya bawah demam berdarah. Demikian ditegaskan Kepala Puskesmas Kecamatan Kota Sumenep, dr. Aniwati, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jum’at pagi tadi (04/09). “Hal itu cepat, tepat dan sederhana sekali. Namun, harus diingat oleh masyarakat bahwa 3M tidak harus dilakukan ketika sudah jatuh korban. Menghadapi musim penghujan yang sebentar lagi, kita sebagai warga masyarakat harus sudah melakukannya. Melalui kerja bakti di kampung-kampung misalnya,”ajak Aniwati. Tak hanya berharap kepada masyarakat, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi antisipasi menjangkitnya wabah demam berdarah di Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah Kecamatan Kota. “Kami melakukan sosialisasi setiap minggu di desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Kota. Seluruh elemen warga kami libatkan, mulai tokoh masyarakat, alim ulama, dan pemuda, semuanya harus terlibat,” kata Aniwati. Dijelaskan pula oleh Aniwati, bahwa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tidak hanya dengan gerakan 3M, tetapi juga bisa dengan pengawasan jentik secara berkala, pengasapan (fogging), serta melakukan siaran keliling tentang pencegahan dan penanggulangan wabah demam berdarah. Dihari yang sama, Petugas Gizi Puskesmas Kota umenep, Erma Astutik, juga melakukan gerakan perbaikan gizi seimbang, di Kecamatan Kota, yang dihadiri oleh pengurus PKK, peserta KB dan para kader Posyandu. Dalam paparannya Erma mengatakan, program perbaikan gizi digalakkan adalah untuk mewujudkan kemandirian masyarakat dalam upaya peningkatanstatus gizi dan keluarga sadar gizi. “Peningkatan tersebut adalah demi peningkatan kecerdasan, produktifitas dan prestasi kerja, serta penurunan angka gizi kurang dan gizi lebih, dengan pola konsumsi makan yang beraneka ragam sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang,”paparnya. ( JuP-01, Adjie )