Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-06-2008
  • 656 Kali

Puluhan Hektar Lahan Kekeringan, Panen Padi Terancam Gagal

News Room, Rabu ( 11/06 ) Panen padi tahun ini terancam gagal, sebab puluhan hektar lahan padi di 3 Desa dilanda kekeringan. Memasuki musim kemarau sumber air nyaris mengering, sehingga petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya. Alhasil, hampir 100 hektar sawah di Desa Poja dan Beraji, Kecamatan Gapura, kemudian Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, tanaman padi tidak bisa tumbuh dengan baik, dan menguning sebelum dipanen. Kalau lahan padi tersebut terus mengering tanpa adanya irigasi, maka dipastikan para petani akan merugi. “Ya, beginilah nasib petani sebagai rakyat kecil, sudah harga BBM (Bahan Bakar Minyak) naik, sekarang malah ditambah lahan kering. Kenap beban hidup terus bertambah,” kata Haris (35), salah seorang petani padi, warga Desa Beraji, Kecamatan Gapura. Haris mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki nasib tanaman padinya, selain lahan sudah mengering, kemudian air sangat sulit didapat. Biasanya, para petani setempat, ketika menghadapi musim kemarau selalu berusaha menyewa mesin diesel, untuk menyedot air dari sungai kecil yang dekat dengan sawah, namun karena biaya sewa diesel naik dan harga solar juga naik, maka petani memilih berdiam diri. “Kekeringan yang melanda lahan padi itu, sungguh membuat kehidupan petani semakin terpuruk. Sebab, pertanian itu merupakan andalan mata pencaharian kami,” terangnya. Haris berharap, kekeringan yang melanda lahan pertanian di Desanya itu bisa segera teratasi, karena para petani sudah dilanda kekhawatiran, panen padi tahun ini akan betul-betul gagal. Hal senada juga dialami Muhdar (40), warga Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep. Muhdar mengaku, jika tanaman padi miliknya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Karena, lahan sawahnya mengering, sehingga banyak bibit padi yang ditanam tidak tumbuh. “Bagaimana mau tumbuh, la wong tanahnya saja kering sampai pecah-pecah,” ujarnya. ( Nita, Esha )