News Room, Selasa ( 25/06 ) Puluhan aktivis dibawah naungan bendera Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS), Selasa (25/06) pagi, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Mereka mempertanyakan kinerja jaksa dalam menangani kasus korupsi di Sumenep. Namun, aksi tersebut diwarnai kericuhan akibat Kepala Kejari Sumenep, Bambang Hartoto, SH tidak bisa menemui para pendemo. Karena tidak percaya dengan alasan yang diberikan sejumlah jaksa, akhirnya mereka memaksa masuk dan menerobos barisan polisi yang berjaga di depan pintu masuk Kejari Sumenep. “Kami kesini untuk bertemu dengan Kepala Kejari Sumenep, bukan mau beraudiensi. Kami ingin mempertanyakan seberapa jauh penanganan kasus korupsi yang sudah ditangani para jaksa,”teriak Korlap Aksi, Sirajuddin. Menurutnya, aksi ini merupakan puncak kekecewaan terhadap kinerja Kejari Sumenep. Karena, sampai sekarang tidak ada satupun kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan terselesaikan. “Setiap kami aksi turun jalan terkait korupsi, alasan para jaksa adalah klasik. Lagi-lagi masih dalam tahap pengumpulan barang bukti. Kami menduga penegakan hukum di Sumenep telah terjadi konspirasi dengan pejabat yang terjerat hukum, sehingga penanganan kasus diperlambat,”terangnya. Aksi mahasiswa terus beringas dengan melakukan sweeping keruangan Kejari Sumenep. Karena dihalang-halangi sempat terjadi cekcok dengan aparat dan pegawai Kejaksaan setempat. Sweeping yang dilakukan puluhan aktivis itu berlanjut ke rumah dinas Kejari Sumenep. Puncak kekesalan mahasiswa karena tidak bisa menemukan Kajari Sumenep, akhirnya mereka menabur sampah dihalaman rumah dinas Kajari. Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumenep, NS Aryantha menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi. “Semua dugaan kasus korupsi masih dalam penyelidikan, tapi mohon maaf, untuk saat ini kami tidak bisa membeberkan, karena pimpinan sedang berada diluar kota,”ungkapnya. ( Nita, Esha )