Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-09-2011
  • 884 Kali

Pulau Gili Iyang Direncanakan Jadi Kawasan Wisata Kesehatan

News Room, Jumat ( 09/09) Pemerintah Kabupaten Sumenep, terus berupaya mengembangkan lokasi wisata. Kali ini, daerah yang akan digarap adalah Pulua Gili Iyang, Kecamatan Dungkek. Hasil penelitian Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim (LAPAN) pada 2006 lalu, ternyata Pulau Gili Iyang itu, layak dijadikan wisata kesehatan. Parameter polusi udara (CO2, CO, NO2, dan SO2) di pulau yang berjarak 2 mil laut dari Kantor Kecamatan tersebut, tepatnya disebelah timur Pulau Madura di selat Sepudi pada koordinat antara 6,96 LS-7,01 LS, dan 114,15 BT-114,19 BT, mempunyai konsentrasi yang jauh lebih rendah dibanding dengan nilai ambang batas. Kondisi oksigen pun dalam kondisi normal atau standard 20,9 persen dengan Level Explosif Limit (LEL) 0,5 persen. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Sumenep bertekad menjadikan Pulau Gili Iyang menjadi lokasi wisata kesehatan. Luas Pulau Gili Iyang hanya sekitar 9,15 KM, terdiri atas dua desa yakni Desa Banraas dan Bancamara yang berpenduduk 8.000 jiwa lebih. “Saya menginginkan Pulau Gili Iyang menjadi lokasi wisata kesehatan, karena dari hasil penelitian, oksigennya bagus untuk kesehatan. Tapi, ini perlu investor yang mampu mengembangkan,”kata Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Jumat (09/09). Kawasan wisata kesehatan, kata Bupati, sangat perlu, sebab dapat dimanfaatkan kandungan oksigen sebagai tempat penyembuhan penderita gangguan pernafasan dan kulit. Selama ini yang dijadikan lokasi wisata kesehatan hanya di Laut Mati (dead sea)-Yordania. Sementara, Kabid Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya, Bappeda Sumenep, Imam Suhadi, mengungkapkan, prilaku warga Pulau Gili Iyang yang mayoritas menjadi nelayan perlu dipertahankan. Sebab, penggunaan mesin dan alat yang akan berdampak pada polusi masih sedikit. “Kadar oksigen di Pulau Iyang ini, baru satu-satunya daerah di Indonesia yang masih bagus. Ini ditunjang dengan banyaknya warga setempat, yang sudah berumur diatas 100 tahun tapi tetap kelihatan sehat,”terangnya. Kondisi alam dengan kejernihan air laut yang berwarna kebiru-biruan membuktikan, jika Pulau Gili Iyang benar-benar masih bersih dan cocok untuk wisata kesehatan. “Apalagi, sudah ada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, masih butuh penelitian lanjutan, supaya hasil betul-betul valid,”ungkapnya. Jarak tempuh untuk ke Pulau Gili Iyang sekitar 45 menit dengan menggunakan perahu layar motor milik nelayan yang sudah beroperasi secara reguler dari Pelabuhan Dungkek. “Cukup dengan Rp. 6.000 per-orang, kita sudah bisa menikmati keindahan dan kemurnian alam di Pulau Gili Iyang Sumenep,”pungkasnya. ( Nita, Esha )