News Room, Selasa ( 29/05 ) PT. Energy Mineral Langgeng (EML), secara resmi menutup seluruh aktivitas eksplorasi minyak dan gas (Migas) di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. Kepala Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si menjelaskan, sesuai hasil koordinasi dengan PT. EML, bahwa penutupan seluruh aktivitas itu dilakukan Senin (28/05) kemarin. "Sebenarnya untuk eksplorasi sudah dihentikan sejak pekan lalu. Tapi, proses penutupan sumur hasil pengeboran, baru selesai Senin (28/05) kemarin. Jadi, mulai Selasa (29/05) ini, PT. EML tidak lagi beraktivitas di Desa Tanjung, Saronggi,"kata H. Suprayugi, di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Selasa (29/05). H. Suprayugi memastikan, mulai sekarang semua aktivitas dihentikan, namun untuk alat eksplorasi masih berada di lokasi guna mengecek atau menjaga adanya kebocoran sumur eksplorasi sekaligus mendeteksi kandungan migasnya. "Jadi, kalau di lapangan masih ada beberapa petugas PT. EML berseliweran, hanya untuk menjaga alat berat tersebut. Jangan artikan mereka melanjutkan pengeboran, kami pastikan eksplorasi dihentikan,"terangnya. Saat ini, kata H. Suprayugi, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya melakukan pendekatan terhadap warga setempat, terkait pentingnya eksplorasi migas tersebut. "Kami yakin kalau warga di Desa Tanjung diberi pemahaman yang baik mengenai eksplorasi, mereka tidak akan menolak lagi,"ungkapnya. Meski sudah dinyatakan dihentikan, namun warga Desa Tanjung, Saronggi, kembali berunjuk rasa di lokasi eksplorasi, pada Selasa (29/05) pagi. Mereka tidak percaya jika PT. EML sudah menghentikan eksplorasi, karena di lokasi masih terdengar bunyi mesin dari alat berat PT. EML. ( Nita, Esha )