News Room, Sabtu ( 22/12 ) Pelaksanaan Kongres Kebudayaan Madura II, yang dilakukan mulai tanggal 21-23 Desember 2012, memunculkan harapan baru bagi pelestarian dan perkembangan Bahasa Madura. Keinginan itu kuat diperbincangkan dalam kegiatan sidang komisi bagian bahasa, pada Sabtu (22/12) pagi. Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Madura II, Januar Herwanto, mengaku diluar dugaan permintaan peserta sidang mengenai penyediaan program studi Bahasa Madura di tingkat Perguruan Tinggi (PT) di Madura. “Sungguh diluar dugaan, memang bahasa madura yang banyak diperbincangkan agar perguruan tinggi membuka jurusan bahasa tersebut. Bagi kami, keinginan itu sangat rasional mengingat suku madura cukup besar,”kata Januar, Sabtu (22/12). Seluruh harapan peserta sidang, kata Januar, akan diputuskan pada sidang pleno yang nantinya akan dikeluarkan sebagai salah satu rekomendasi hasil kongres. “Dalam kongres ini, kami sengaja hanya melibatkan dinas pendidikan sebagai penentu pemberlakuan kurikulum. Mudah-mudahan harapan Bahasa Madura masuk menjadi mata pelajaran wajib, bisa direalisasikan, mulai perguruan tinggi hingga sekolah dasar,”terangnya. Kongres Kebudayaan Madura II yang digagas Said Abdullah Institute (SAI), dengan tema “Satu Hati Untuk Bangsa” tersebut, diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya merumuskan Perda bahasa madura, membentuk Badan Pekerja Kongres Kebudayaan Madura (BP KKM) untuk melakukan langkah-langkah kongkit, dan mengkomunikasikan dengan stakeholders. Selain itu, Perguruan Tinggi di Madura diharapkan untuk membuka Program Studi Bahasa Madura. ( Nita, Esha )