News Room, Sabtu ( 27/11 ) Pembantu Rumah Tangga (PRT), Yana (18), warga Kampung Mandar, Desa/Kecamatan/Pulau Sapeken, yang melarikan diri dari majikannya di Jakarta dengan menumpang bus jurusan Sumenep, dan diturunkan di terminal Pamekasan, dijemput oleh anggota DPRD Sumenep asal Sapeken, Nur Asyur. Nur Asyur menjelaskan, pihaknya mengetahui informasi PRT yang kondisinya sangat mengenaskan akibat disiksa majikannya, dari mahasiswa Pulau Sapeken dan Kangean, yang kuliah di Pamekasan. “Saya langsung menuju Rumah Sakit Pamekasan, dan memindahkannya ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Saat ini, kondisinya masih lemas, tapi alhamdulillah sudah bisa berbicara, meski masih terpatah-patah. Sebab, waktu dijemput di Pamekasan, dia (PRT, Red), tidak bisa diajak berkomunikasi, hanya berbisik-bisik, itu pun dalam bahasa Sapeken, karena tidak lancar berbahasa Indonesia,”kata Nur Asyur, pada wartawan dikediamannya Sumenep, Sabtu (27/11). Nur Asyur, yang merupakan anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, jika kondisi PRT tersebut dianggap sudah baikan, dipastikan hari Senin (29/11) besok, akan dipulangkan ke kampung halamannya. “PRT itu akan kami pulangkan, setelah kondisinya benar-benar sudah fit. Karena, berdasarkan keterangan dari teman-teman PKS di Sapeken, bahwa PRT ini hanya tinggal berdua dengan neneknya. Sedangkan, ibunya sudah meninggal dunia dan bapaknya beristri lagi. Nenek korban tidak bisa menjenguk ke rumah sakit, dikarenakan tidak mempunyai ongkos,”ujarnya. Nur Asyur juga mengungkapkan, kepergian Yana sebagai PRT di Jakarta, sejak 4 bulan lalu untuk mencari nafkah keluargnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. “Tapi, di Jakarta yang sudah bekerja pada warga Thionghoa, ternyata Yana mendapat perlakukan asusila, sehingga melarikan diri pada majikan lainnya. Namun, nasib serupa juga dialaminya, akhirnya Yana nekat kabur dan naik bus jurusan Jakarta-Sumenep. Lagi-lagi nasibnya apes, Yana tidak diturunkan di Sumenep, melainkan di terminal Pamekasan, sebab sopir bus khawatir terhadap kondisi korban,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )