News Room, Rabu ( 22/06 ) Proyek percontohan Juru Pemantau Nyentik (Jumantik) di Kelurahan Bangselok dan Kelurahan Kepanjin yang digagas Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur membuahkan hasil untuk menekan angka kasus demam berdarah di daerah tersebut. Kasie Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sumenep, Imam Muttaqim, Rabu (22/06) mengatakan, program Jumantik di 2 Kelurahan tersebut, untuk melakukan penyuluhan pada warga masyarakat, agar supaya mempunyai kesadaran melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), ternyata sangat efektif menekan angka kasus demam berdarah. Keberhasilan program Jumantik di 2 Kelurahan tersebut terbukti dengan menurunnya angka kasus demam berdarah di Kelurahan tersebut pada bulan Juni 2011 dengan tahun lalu. Data Dinas Kesehatan, Kecamatan Kota Sumenep pada bulan Juni tahun 2010 angka kasus demam berdarah mencapai ratusan kasus, namun pada bulan ini hanya puluhan kasus saja. ”Setalah ada PSN oleh jumatik di dua kelurahan itu, sesuai dengan data angka kasus demam berdarah di kecamatan kota sumenep hingga juni tahun ini sebanyak 12 kasus, sedangkan pada tahun lalau Kecamatan Kota Sumenep sebanyak 157 kasus dan di 2 Kelurahan tersebut terbanyak angka kasus demam berdarah,”tegasnya. Imam Muttaqim menyatakan, anggota jumatik di kelurahan kepanjen dan kelurahan bansgelok juga bertugas untuk memantau jentik di lokasi yang biasanya menjadi tempat perkembang biakan nyamuk sekaligus memberantasnya. Jumatik di 2 Kelurahan tersebut berasal dari kader keluruhan setempat, dengan perincian Kelurahan Bangselok terdapat 11 jumantik dan di Kepanjin sebanyak 14 Jumantik. ”Selama program pemberdayaan berlangsung, para Jumantik di Kelurahan Bangselok dan Kepanjin itu diberi honor sebesar Rp. 100.000,00 per-bulan.”tegasnya. ( Yasik, Esha )