Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-01-2009
  • 547 Kali

Program TSSM Desa Pragaan Laok Mencapai Tingkat ODF

News Room, Jum’at ( 30/01 ) Kebijakan lokal Desa Pragaan Laok yang melibatkan kalangan pondok pesantren dalam pelaksanaan program Total Sanitasi and Sanitation Marketing (TSSM), sehingga mencapai tingkat Open Defecation Free (ODF) yang nantinya akan dijadikan pola percontohan secara nasional. Hal ini diungkapkan oleh Tim Leader Nasional, Ratna Indrawati pada acara Deklarasi ODF TSSM Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, Kamis (29/01). Dijelaskan pula bahwa Desa Pragaan Laok merupakan yang pertama diawal tahun 2009 ini yang melakukan deklarasi ODF program TSSM di Indonesia. Karena itu pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Desa Pragaan Laok. Ditempat yang sama Camat Pragaan, Drs. RB. Moh. Ramli, M.Si menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan program TSSM untuk mencapai tingkat ODF itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Program tersebut melalui proses, tahapan, ketelatenan dan kesabaran dari pihak-pihak terkait, sehingga tercipta kesadaran yang tinggi dari seluruh masyarakat untuk tidak buang air besar (BAB) di sembarang tempat, sebab program TSSM tidak disubsidi, melainkan program mandiri yang harus dilakukan oleh masyarakat,”ungkapnya. Sementara itu Kepala Desa Pragaan Laok, H. Imam Mahdi dihadapan Tim Leader Nasional TSSM melaporkan bahwa dalam pelaksanaan program TSSM di Desanya hingga mencapai tingkat ODF, pihaknya membuat terobosan atau kebijakan lokal, diantaranya melibatkan kalangan pondok pesantren. Yang menarik, bagi setiap warga yang tidak mempunyai WC dan kebetulan yang bersangkutan membutuhkan pelayanan pembuatan KTP, KK, Akte Tanah, Pernikahan dan sebagianya, disodori pernyataan dan perjanjian untuk membuat jamban keluarga (WC). H. Imam Mahdi menjelaskan, jumlah WC sebelum program pemicuhan TSSM berjumlah 947 buah yang dimanfaatkan oleh 1.085 KK, namun setelah program TSSM ini berlangsung jamban keluarga di Desanya bertambah menjadi sebanyak 1.043 buah yang dimanfaatkan oleh 1.197 KK. ( JuP-27, Esha )