Sumenep-Kominfo News Room : Sesuatu hal yang baru biasanya menimbulkan problematika tersendiri bagi setiap individu, apalagi setelah bertahun-tahun terbiasa melakukan rutinitas kerja statis. Hal itu juga dirasakan oleh bapak dan ibu guru di Kecamatan Pragaan. Namun kali ini jajaran pendidikan di Kecamatan tersebut beruntung, melalui program MBS yang digulirkan oleh UNICEF bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep telah memberikan nuansa dan warna tersendiri bagi dunia pendidikan. Melalui pelatihan-pelatihan tentang kegiatan pembelajaran, yaitu merubah pola lama dalam proses KBM menuju pola baru yang diistilahkan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) hasilnya telah bisa dituai. Program MBS yang dimulai sejak tahun 2004 ini telah menampakkan hasil yang memuaskan dan menyenangkan. Kepala Sekolah SDN Pragaan I, Drs. Moh. Zahri ketika dikonfirmasi News Room di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menuturkan, program MBS ini melalui metode pembelajaran Pakem memberikan hasil maksimal bagi anak didik. Selama ini anak didik hanya sebagai obyek yang hanya meng-iyakan apa yang disampaikan oleh guru, tetapi dengan menerapkan metode baru tersebut anak didik akan lebih berani mengemukakan pendapat, lebih berani bertanya, lebih aktif bahkan protes apabila keterangan guru tidak benar. Dengan menerapkan metode ini proses pembelajaran di kelas menjadi lebih aktif, atraktif dan menyenangkan. Hasil MBS bukan hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga kepada lingkungan masyarakat sekitar. Melalui program PSM (Peran Serta Masyarakat) dan Komite Sekolah, masyarakat/wali murid lebih terlibat aktif dalam program-program yang digulirkan sekolah. Bahkan paguyuban yang ada di tiap-tiap kelas, yang diberi nama OASIS dan pihak sekolah sering melakukan sharing dan terlibat komunikasi yang intens. Disamping itu lanjut Moh. Zahri, pertemuan yang dilakukan secara rutin tiap bulan, pihak sekolah menyampaikan kebutuhan-kebutuhan setiap kelas yang belum terpenuhi, misalnya alat peraga. Pihak sekolah juga menyampaikan tentang dana yang dibutuhkan kepada paguyuban, dan pihak wali murid mendanai semua kebutuhan tersebut berdasarkan kesepakatan antar wali murid. Untuk mendanai bukan hanya dari pihak paguyuban, tetapi juga diambilkan dari dana BOS yang diterima sekolah secara rutin. Menurut Moh. Zahri, program MBS telah memberikan motivasi tinggi bagi semua insan pendidikan, khususnya Kecamatan Pragaan untuk semakin bertanggungjawab, baik pada murid maupun pada masyarakat, karena program ini telah melunturkan batasan antara wali murid/orang tua, apa yang diinginkan dan diprogramkan pihak sekolah kemudian diinformasikan kepada masyarakat melalui Komite Sekolah. Begitu pula sebaliknya lanjut Moh. Zahri, apa yang diinginkan oleh masyarakat disampaikan kepada sekolah, sehingga dengan demikian terjadi komunikasi yang intens. Karena adanya komunikasi tersebut, setiap ada permasalahan, baik yang berkenaan dengan program sekolah ataupun perkembangan anak didik di sekolah akan cepat dicari solusi penyelesaiannya. Antara sekolah dan masyarakat telah terjalin hubungan yang harmonis, dan saling memiliki untuk mewujudkan keinginan bersama. ( El, Esha )