Sumenep-Kominfo News Room : Program pengembangan MBS yang dilaksanakan dan didanai oleh UNICEF di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Pragaan dan Ambunten yang digulirkan tahun 2004 kini telah memberikan hasil yang signifikan bagi dunia pendidikan di Kecamatan tersebut. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. A. Sadik, M.Si, saat dikonfirmasi News Room kemarin, pelatihan-pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Adapun pelatihan itu melibatkan semua unsur, baik itu lingkungan sekolah, masyarakat sekitar, Komite Sekolah, Kepala Desa, maupun tokoh masyarakat. Pelatihan-pelatihan yang diadakan itu terfokus pada 3 pilar, yang pertama managemen, yang kedua PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dan PSM. Melalui pelatihan-pelatihan kata H. A. Sadik, kini ada energi dan semangat baru bagi pengelola dunia pendidikan. Itu dapat dilihat dari hasil pengembangan MBS di dua kecamatan yang menjadi pilot proyek UNICEF. Hasil nyata yang dapat dirasakan oleh pengelola pendidikan adalah peran serta masyarakat terhadap program-program yang digulirkan sekolah. Misalnya di SDN Pragaan Laok I maupun SDN Karduluk I, paguyuban dan pihak sekolah bersama-sama, menyamakan persepsi dan misi untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melakukan program bersama. H. A. Sadik menjelaskan, partisipasi bukan hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga pemikiran-pemikiran segar yang dituangkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Adanya RPS tersebut akan meningkatkan tanggung jawab orang tua, wali murid maupun masyarakat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Contoh lain adalah di SDN Ambunten Barat IV, sebelum ada MBS sekolah tersebut akan tutup karena jumlah murid hanya belasan saja, sekarang dengan adanya MBS murid di SDN tersebut semakin banyak. Lebih jauh Sadik menuturkan, melalui programnya, UNICEF sesungguhnya memberikan rangsangan, memang yang diharapkan oleh UNICEF itu adanya sharing dari APBD Kabupaten Sumenep maupun APBD Proipinsi Jawa Timur untuk membiayai program pengembangan MBS. Ternyata rangsangan dari UNICEF tersebut dapat ditangkap oleh DPR Jatim, saat ini pengembangan MBS juga dilaksanakan di Kecamatan Batang-batang dengan didanai dari APBD Propinsi Jatim. Untuk pengembangan ke Kecamatan-kecamatan lainnya, pada tahun anggaran 2007, pihak Dinas Pendidikan telah memprogramkan pengembangan MBS dan diajukan pada DPRD. Ia berharap program tersebut disetujui oleh Dewan, sehingga program ini bisa dilaksanakan di seluruh jajaran pendidikan di Sumenep. Program pengembangan MBS merupakan program yang paling tepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas mutu sekolah. Menurut H. A. Sadik, pada akhirnya kualitas sekolah akan mampu meningkatkan persaingan yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. Dengan MBS maka lingkungan sekolah akan mampu meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kemandirian, partisipasi, keterbukaan, kerjasama, inisiatif, akuntabilitas dan transparansi dalam mengelola serta memanfaatkan dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. ( El, Esha )