News Room, Kamis ( 07/01 ) Pelaksanaan pembangunan infrastuktur ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep, yang memperoleh anggaran melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009 lalu, sudah tuntas 100 persen sejak akhir Desember lalu. Hal tersebut diungkapkan penanggung jawab pelaksana DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. Zainal Arifin sebagai ketika ditemui News Room di kantornya. Menurutnya, meskipun pelaksanaan dipastikan rampung 100 persen, namun sebagian sekolah penerima DAK tidak bisa mencairkan sebagian dananya, karena harus menyelesaikan administrasinya. “Sebenarnya dana DAK 100 persen sudah direkening masing-masing sekolah, namun untuk setiap pencairannya tetap harus menyertakan administrasi sesuai petunjuk teknis yang ada,â€Âujar Zainal. Sebab, apabila pencairan dana DAK dipermudah, dikhawatirkan pelaksanaannya tidak maksimal. Karena itu, mekanisme setiap pencairan disesuaikan dengan pelaksanaannya, baik dari sisi pelaksanaan fisik maupun secara adminitrasi. Pihaknya tidak ingin pelaksanaan DAK di Sumenep ini terjadi persoalan yang akan berdampak pada pelaksanaan realisasi DAK tahun berikutnya. Ditambahkan, dari 102 sekolah dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep, yang mendapatkan DAK secara komulatif cukup bagus dan hasilnya lebih maksimal. Hal tersebut menunjukkan tingkat partisipasi sekolah dan masyarakat di Kabupaten Sumenep cukup tinggi. Sebab, sekolah maupun pelaksana pembangunan di masing-masing sekolah dapat menyelesaikan pembangunannya melalui tambahan dana yang diperoleh dari berbagai pihak. Terbukti, dari hasil pelaksanaannya yang mendapat relokasi dana hanya 2 hingga 3 kelas, namun dalam realisasinya bisa mencapai 4 hingga 5 kelas. Sedangkan yang pelaksanaannya pas juga ada penambahan untuk pembangunan berbagai sarana yang menunjang di sekolah tersebut. ( Ren, Esha )