News Room, Kamis ( 04/06 ) Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama atau SMANU Sumenep sudah sekitar 11 tahun berdiri. Dimulai dari kedatangan 19 siswa awal di tahun 2004 silam, hingga kini sudah memiliki total siswa sebanyak 148 orang.
"Jumlah rombel (rombongan belajar; red) seluruhnya ada 6 kelas,"kata Kepala SMNU Sumenep, RB. Abd. Rahman, S.Pd, M.Pd, pada News Room.
Abd. Rahman merupakan salah seorang pendiri SMANU. Beberapa lagi diantaranya yang termasuk jajaran pendiri ialah H. Nursaid Sani, H. Junaidi, dan Salehuddin. Mereka berempat yang membidani kelahiran lembaga pendidikan tersebut. Sementara Abd. Rahman sendiri di periode awal berdiri hingga beberapa tahun setelahnya, berperan sebagai salah seorang anggota dewan guru SMANU.
"Kebetulan saya baru satu tahun yang lalu menjabat sebagai Kepala Sekolah,"kata salah satu pengawas SMP/SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini.
Mengenai proses awal berdirinya SMANU tersebut berawal dari berdirinya SLPI (Sekolah Lanjutan Pertama Islam) atau SMP Ma arif yang didirikan NU Sumenep sejak era Orde Baru. Namun, dalam perkembangannya SLPI mengalami kemunduran, sehingga kemudian lahan dan bangunannya dipakai oleh SMANU yang berdiri beberapa tahun pasca bubarnya SLPI.
"Namun kini dibentuk lagi sekolah menengah pertama, yaitu SMPNU yang diletakkan di dekat Kantor PCNU Sumenep," kata Abd. Rahman.
Salah satu program pendidikan SMANU Sumenep ialah penggratisan biaya pendidikan. Tak hanya itu, siswa juga diberi bantuan seragam dan kaos olahraga. "Jadi kita mendukung program pemerintah terkaitnya bebasnya biaya sekolah,"kata Abd. Rahman.
Dengan demikian, Rahman berharap agar siswa bisa lebih fokus belajar tanpa pernah terbebani dengan biaya. Apalagi tidak sedikit siswa yang memang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.
"Tidak semua siswa itu kan dari kalangan menengah ke atas. Jadi, kita harap hal ini bisa memberi banyak manfaat bagi perkembangan mutu atau kualitas pendidikan di Sumenep,"imbuh Rahman. ( Farhan, Esha )