News Room, Rabu ( 11/11 ) Meskipun Kabupaten Sumenep merupakan penghasil garam terbesar di tanah air, namun hasil produksi garam yang ada tidak seperti yang diharapkan. Bahkan, hasil produksi PT. Garam (Persero) Kalianget yang merupakan penghasil garam sejak jaman Belanda dulu, dalam 30 tahun terakhir lebih tidak pernah menghasilkan produksi garam sesuai target yang diharapkan. Hal tersebut diakui Kepala Seksi Pegaraman I PT. Garam (Persero) Kalianget, Salehuddin ketika ditemui sejumlah wartawan, Rabu pagi tadi (11/11), di kantonya. Menurutnya, dari sekian tahun produksi garam PT. Garam yang bisa melampaui target produksi hanya di tahun 1974 lalu. Hingga bisa mencapai produksi sekitar 174.000 ton dari target produksi 165.000 ton. “Sepertinya memang sulit untuk mencapaui target sebanyak 165.000 ton setiap tahunnya. Bahkan beberapa tahun terakhir malah jauh dari target yang diharapkan. Hampir dikatakan selama 30 tahun lebih tidak pernah mencapai target yang diharapkan,†jelas Salehuddin. Lebih lanjut Salehuddin berharap, hasil produksi tahun 2009 ini tidak jauh tertinggal dengan target tahun tersebut. Sehingga setidaknya dapat memberi kontribusi ketersediaan garam nasional. Meskipun diakui hingga saat ini tetap dilakukan import garam dari luar, seperti Australia karena memang produksi garam dalam negeri belum mencukupi. Bahkan, untuk kwalitas garam dalam negeri termasuk dari hasil produksi PT. Garam tergantung pada cuaca. Jika cuaca bagus, maka hasil produksi juga bagus. Namun jika kebetulan cuaca tidak bersahabat, yang terjadi disamping produksi menurun, kualitas juga turun. Sedangkan kualitas dan produksi seperti Australia memang hampir tidak pernah kewalahan baik dari segi kualitas maupun hasil produksi. Sebab di negeri Kanguru ini sudah menggunakan teknologi canggih dalam produksi garamnya. ( Ren, Adjie )