Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-09-2006
  • 654 Kali

PRESIDEN SBY SAMBUT BAIK PERMINTAAN MAAF PAUS

Sumenep-Kominfo News Room : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik permintaan maaf Paus Benedictus XVI atas pernyataanya yang sempat mengundang reaksi keras kaum muslim. SBY berharap permintaan maaf Sri Paus ini akan menjadi akhir yang baik dari kemelut ini. Tanggapan Presiden SBY ini disampaikan dalam keterangan pers di Sala Vedado Hotel Nacional de Cuba Havana, Kuba, sebelum kembali ke tanah air, Minggu (17/09). Selama kemelut pernyataan Paus ini mengemuka, SBY mengaku selalu mengikuti perkembangannya melalui media massa. “Saya sudah menyampaikan pernyataan resmi kemarin, sehubungan dengan pernyataan Sri Paus Benedictus XVI, dan saya mengikuti perkembangan media massa global, ada pernyataan maaf Sri Paus tentang pernyataan beliau kemarin. Saya kita ini akan mengalir dan tentunya mudah-mudahan ada satu akhir yang baik dari kemelut ini”, kata Presiden seperti dilaporkan koresponden detikcom di Havana, Amila Aulia. Lebih lanjut, Presiden SBY juga memberikan apresiasi kepada para Ulama di Indonesia yang menyikapi masalah ini dengan bijak. “Saya memberikan apresiasi, berterima kasih kepada banyak pemimpin atau Ulama yang ada di Indonesia. Saya harus menyebut antara lain Bapak Hasyim Muzadi, pimpinan Nahdlatul Ulama, Bapak Din Syamsudin, pimpinan Muhammadiyah, kemudian Aa Gym yang dengan bijak, dengan teduh menyampaikan pendapat-pendapatnya”, kata Presiden SBY. Para pemimpin dan Ulama Indonesia itu, kata Presiden, tentu menyayangkan pernyataan Sri Paus itu. “Tapi selebihnya, beliau-beliau juga mengajak agar semua bisa bersabar, semua bisa menahan diri, dan percaya bahwa masalah itu bisa diselesaikan dengan baik, apalagi yang kita dengar Sri Paus sendiri sudah meminta maaf”, tutur Presiden. “Oleh karena itu, mengulangi seruan saya kemarin, marilah kita dengan arif saling belajar dan kepada para tokoh-tokoh dunia, saya berharap betul-betul bisa memahami perasaan pihak lain, apabila ada statement yang bisa mengganggu. Dan ini pembelajaran yang luar biasa, mudah-mudahan kita makin matang, makin dewasa dalam berinteraksi pada tingkat global, antara kita yang berbeda peradaban, berbeda agama, bangsa dan lain-lain”, ujar SBY mengakhiri keterangannya. ( DC, Esha )