Media Center, Kamis ( 25/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V di Sumenep tahun ini.
“Silahkan masyarakat Sumenep untuk menyaksikan pembukaan dan kegiatan FKMA V di Kabupaten Sumenep yang dimulai sejak tanggal 27 hingga 31 Oktober 2018. Sebab kegiatan FKMA itu sejatinya untuk Pemerintah Daerah dan masyarakat Sumenep sebagai upaya mempromosikan potensi Sumenep dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” tegas Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Haul Raja-raja Sumenep dan Tasyakuran Hari Santri Nasional tahun 2018, di depan Masjid Jamik Sumenep, Rabu (24/10) malam.
Bupati menyampaikan, pembukaan FKMA V di Kabupaten Sumenep dilakukan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo di depan masjid Jamik dan FKMA itu rencananya dihadiri 300 raja atau sultan.
“Kedatangan raja atau sultan ke Kabupaten Sumenep dijadwalkan sejak Jum’at (26/10) hingga Sabtu (27/10). Setelah pembukaan ada kegiatan kirab kerajaan se-Nusantara yang diikuti peserta FKMA V itu.” imbuhnya.
Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep di kegiatan FKMA V itu, juga meresmikan museum keris yang tempatnya dipusatkan di depan Pendopo Agung atau Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang lama.
“Di Kantor Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang lama untuk lantai atas sebagai tempat musem keris dan lantai bawah menjadi tempat spa keraton. Pemerintah Kabupaten Sumenep membangun museum keris tujuannya ingin memelihara dan menjaga pusaka peninggalan leluhur agar tidak keluar daerah dan dimiliki orang lain selain keturunan raja Sumenep dan masyarakat Sumenep sendiri.” tuturnya.
Bupati menambahkan, penunjukan Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah FKMA V tahun 2018, alasannya hingga saat ini, Sumenep tetap menjaga nilai dan adat Keraton Sumenep.
“Mohon dukungan dan partisipasi keluarga Keraton Sumenep, agar festival yang rencananya akan dihadiri 300 raja/sultan se-Asia Tenggara tersebut sukses. Sebab ini membawa nama baik Kabupaten Sumenep di tingkat internasional.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )