Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-11-2018
  • 405 Kali

Predikat WTP Pengaruhi Penambahan APBD Sumenep 2019

Media Center, Rabu ( 28/11 ) Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang disandang Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempengaruhi adanya penambahan anggaran sebesar Rp63 miliar. Penambahan dana itu bersumberkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Anggaran ini diberikan karena Pemerintah Kabupaten Sumenep mendapat predikat WTP atas laporan keuangan tahun anggaran 2017.

"Selain mendapat penghargaan WTP, kemudian pembahasan APBD Sumenep 2019 tercepat se-Indonesia, maka ada tambahan anggaran," kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Moh. Hanafi, Rabu (28/11/2018).

Saat ini anggaran tersebut sedang dibahas antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran (Timgar) Setkab Sumenep. Pembahasan tersebut untuk mensinkronkan penggunaan tambahan anggaran tersebut.

Ketika semuanya selesai, maka antara Pimpinan DPRD dan Bupati akan melakukan MoU sebelum dikirim kembali kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk ditetapkan di APBD 2019.

Penambahan itu kata Hanafi diketahui setelah hasil evaluasi APBD 2019 selesai oleh Gubernur Jawa Timur. Hasil kesepakatan antara legislatif dan eksekutif akan dibawa pada rapat paripurna yang dijadwalkan dalam pekan ini.

"Kemudian nanti secara otomatis akan dimasukkan pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS)," paparnya.

Ia menuturkan, anggaran penambahan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Karena dari total APBD anggaran bagi infrastruktur belum mencapai 25 persen.

"Sesuai hasil evaluasi dari Dirjen, anggaran transfer untuk pembangunan belum memenuhi 25 persen, makanya penambahan itu akan difokuskan pada infrastruktur," tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si mengatakan, anggaran tersebut diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur. Baik perbaikan infrastruktur di daerah daratan maupun kepulauan.

"Tapi infrastruktur dimaksud bukan hanya untuk jalan," terangnya.

Dia mencontohkan sebagian anggaran tersebut nantinya akan diperuntukkan pembangunan lanjutan pasar tradisional Lenteng dan Ganding.

Saat ini dua pasar tradisional yang berada di Kecamatan wilayah barat Kabupaten Sumenep sedang direnovasi. Renovasi Pasar Ganding dianggarkan sekitar Rp3,143 miliar, kemudian Pasar Lenteng sendiri anggarannya sekitar Rp3 miliar.

"Semuanya sudah tersusun dan terjadwal. Pasar Lenteng dan Ganding kami upayakan untuk diselesaikan," pungkasnya. ( Nita, Fer )