News Room, Selasa ( 18/03 ) Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Eko Sugiono, dianiaya oleh pendukung Badrul Aini, selaku calon legislative (caleg) dari Partai Bulan Bintang (PBB), pada Senin (17/03) kemarin, ketika mengawasi kegiatan caleg tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di kepala bagian belakang, luka robek di bagian mulut kiri, betis bagian kanan dan mata kaki sebelah kiri. Kejadian itu, bermula ketika Badrul Aini, Caleg PBB melakukan pertemuan dirumah Moh Nasir, yang juga berprofesi sebagai Ketua KPPS TPS 5, Desa Paliat, Kecamatan Sapeken. Saat itu, korban sedang melaksanakan tugas mengawasi kegiatan caleg tersebut. Namun, kedatangan korban ternyata tidak diinginkan oleh caleg yang bersangkutan, sehingga meminta pendukungnya, yakni Sapi ie bersama 5 teman lainnya menyeret korban keluar rumah. Bukan hanya dipukul, tapi korban juga dianiaya hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan, SH, mengaku prihatin dengan sikap yang dilakukan Caleg PBB tersebut. “Itu sudah masuk tindakan premanisme. Korban kan hanya menjalankan tugasnya saja, kenapa harus dianiaya,”katanya. Ia mengungkapkan, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sapeken, karena masuk tindak kriminalitas. “Korban sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Sapeken dan dilakukan visum luar,”terangnya. Zamrud menegaskan, untuk kasus ini Panwaslu Kabupaten Sumenep akan memberikan pendampingan (advokasi) dan mengawalnya hingga tuntas. Oleh karena itu, pihaknya meminta pimpinan Polres setempat, agar memberikan atensi khusus pada kasus kekerasan terhadap petugas penyelenggara Pileg 2014. “Polisi harus mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa anggota PPL kami di Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kalau tidak, maka akan menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan Pileg,”tegasnya. Ia menambahkan, demi kelangsungan penanganan kasus tersebut, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polsek Sapeken maupun pimpinan Polres Sumenep. “Diharapkan kejadian ini adalah yang pertama dan terakhir menimpa petugas penyelenggara Pileg,”harapnya. ( Nita, Esha )