Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-11-2017
  • 528 Kali

PPK Dan PPS Ciptakan Pemilu Yang Berkualitas

Media Center, Senin ( 27/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, keberadaan PPK dan PPS dalam tahapan Pemilu begitu strategis untuk menyukseskan dan menciptakan Pemilihan Umum berkualitas, termasuk Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018.

“Untuk itu, dalam menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur itu, PPK dan PPS harus aktif memotivasi masyarakat supaya untuk berpartispasi menyalurkan hak pilihnya,”tegas Bupati saat pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, Senin (27/11) di Graha Zansibar Sumenep.

Bupati menyatakan, partisipasi masyarakat Sumenep setiap Pemilihan Umum masih relatif rendah, karena berdasarkan data, setiap Pemilihan Umum di Kabupaten Sumenep, partisipasi pemilih tidak pernah mencapai 80 persen.

Saat pelaksaaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2013, partisipasi pemilih hanya mencapai 54,78 persen, sedangkan tahun 2014 di Pemilu Legislatif hanya mencapai 78,14 persen, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 hanya 65 persen.

“Sementara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2015 lalu hanya 66,35 persen, tentu saja partisipasi masyarakat itu menjadi tantangan berat bagi PPK dan PPS untuk menggenjot partisipasi pemilih di Sumenep,”imbuhnya.

Bupati mengungkapkan, sebagai penyelenggara Pemilu, PPK dan PPS juga meminimalisir pelanggaran Pemilu dengan melakukan sosialisasi yang massif, agar masyarakat bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya, tanpa paksaan dari pihak manapun.

Bahkan PPK dan PPS mengajak masyarakat untuk perang terhadap politik uang, supaya seluruh komponen bersatu padu menolak permaianan kotor politik uang.

“Karena kebaikan negara ini diawali dari proses politik, tentu proses politik mendatang harus berkualitas. Kalau proses politiknya berkualitas, insya Allah melahirkan pemimpin amanah dan menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkas Bupati. ( Yasik, Esha )