News Room, Sabtu ( 15/ 11 ) Meski sudah berkali-kali diinformasikan baik saat masih berada di daerah tentang larangan membawa rokok berlebihan, ternyata masih ada juga jamaah calon haji (JCH) yang tetap membawa rokok berlebihan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jumat kemarin (14/11) kembali menyita rokok dalam jumlah besar, yakni 70 slop saat pemeriksaan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes). Rokok tersebut disita dari JCH kloter 33 asal Kota Surabaya. Yang menarik dari penemuan tersebut ternyata rokok tersebut dibawa satu keluarga JCH, yakni dari koper H Yasin (Ayah), Fatimah (Anak) dan Siti hamidah (Ibu). Humas PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiono ditemui di Ahes mengatakan, rokok-rokok tersebut nantinya akan diserahkan kembali kepada pemiliknya saat mereka telah kembali ke Tanah Air usai menunaikan Ibadah Haji. Panitia tidak akan menjual barang sitaan tersebut karena barang itu sepenuhnya milik JCH. Rencananya, pada musim haji tahun depan, pemerintah akan menerapkan kebijakan baru yakni melelang barang sitaan dari berbagai jenis baik berupa rokok maupun barang sejenisnya. Penerapan kebijakan itu dimaksudkan agar menjadi perhatian khusus bagi calon haji lainnya yang akan melakukan hal yang sama. Selama ini memang PPIH masih memberikan toleransi dengan mengembalikan kembali rokok yang telah disita pada JCH. Namun jika hal itu terus berlanjut dilakukan, tidak membuat jera bagi JCH yang akan melakukan hal sama. “Rencana kebijakan itu adalah wujud ketegasan para petugas haji,†katanya. Sebelumnya, PPIH dalam musim haji tahun ini juga telah menyita 24 slop rokok milik seorang JCH yang tergabung di kloter 18. Rokok tersebut milik JCH atas nama M. Fauzi bin Sakinah/Samijo yang beralamat di Jl. Ir. Juanda Ia/01 RT. 09 RW. 02 Malang. Penyimpanan rokok tersebut dibungkus rapi, yakni dengan kain ihrom. Karena petugas penasaran, selanjutnya tas koper tersebut dibuka ternyata isinya rokok yang dibungkus dengan kain ihrom. Saat ditanya untuk apa rokok sebanyak itu, M. Fauzi menjawab, rokok itu titipan famili yang bekerja di sana. Tentang rokok, PPIH dan penyelenggara penerbangan sebenarnya sudah memberikan kesempatan pada JCH untuk membawa rokok asal tidak boleh lebih dari tiga slop. “Jika melebihi dari batas yang ditentukan, PPIH langsung menyita,†katanya. Hingga Kamis (13/11), kloter yang sudah terbang ke Arab Saudi sebanyak 25 kloter dengan jumlah 11.131 jamaah, 125 petugas, 8 open seat dan 21 orang JCH tertunda keberangkatannya. Sampai kloter tersebut jadwal keberangkatan masih tepat waktu, bahkan cenderung maju dari jadwal. ( JNR, Esha )