News Room, Selasa (03/6) Keberhasilan para petani di Sumenep dalam melakukan terobosan pengolahan pertanian harus terus menjadi pemicu para petani lainnya, untuk meningkatkan potensi yang dimiliki di setiap lahan yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Petanian Tanaman Pangan Sumenep, Ir. Hary Sudharmadji, MS melalui Koordinator Penyuluh Pertanian Sumenep, Sunardiono, S.Pt, Selasa (03/6) di ruang kerjanya. Menurutnya, hasil pertanian yang sudah dibuktikan tiga kelompok tani andalan Sumenep itu, diantaranya Kelompok Tani Sumber Hasil Paberasan yang dapat mengganti pola tanam yang semula sekali menjadi dua kali tanam, kemudian penggunaan teknologi anjuran seperti penggunaan bibit Hibrida dan sebagainya, serta hasil yang semula hanya 5 ton menjadi 8 ton perhektar. Hal yang sama dilakukan Kelompok Tani Mandiri Desa Gaddu Barat Kecamatan Ganding yang juga mengubah pola tanam dari jagung lokal ke bibit jagung hibrida yang semula hanya dilakukan sekitar 7 sampai 8 hektar milik anggotanya saat ini sudah mulai dilakukan oleh petani sekitarnya. Sedangkan Kelompok Tani Al-Barokah Desa Gulu-Guluk merubah pola tanam kepada kedelai yang saat ini juga masuk tanaman yang dicanangkan melalui swasembada pangan disamping padi dan jagung. Dengan perubahan pola tanam petani itu diharapkan petani lainnya juga ikut mencari tanaman alternatif yang dapat menambah hasil dan menghindari fanatisme pola tanam masyarakat terhadap tanaman yang dulunya sempat menjadi tanaman primadona, namun saat ini justeru selalu bikin petani merugi karena over produksi seperti tanaman tembakau dan sebagainya. (Ren)