Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-06-2013
  • 532 Kali

POTENSI GILIYANG TERKENDALA INFRASTRUKTUR

DPRD SUMENEP NEWS Potensi wisata di pulau Giliyang mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Hal ini menyusul hasil kajian yang dilakukan Lapan dan Kemenkes RI Direktorat Surabaya beberapa waktu lalu. Kelayakan Pulau Giliyang sebagai wisata kesehatan tidak lepas dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kadar oksigen mencapai di atas normal, yaitu 21,5 persen. Upaya untuk mengembangkan lokasi wisata tersebut terus dilakukan pemerintah daerah. Meski demikian, upaya untuk membangun wisata kesehatan masih terdapat beberapa keadaan. Pasalnya, untuk membangun dermaga ataupun infrastruktur penunjang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi, melihat kondisi Pulau Giliyang, seperti Infrasruktur jalan dan dermaganya yang tidak sesuai dengan standar untuk dijadikan obyek wisata. Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumenep, H. Iskandar mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi jika Pulau Giliyang dijadikan sebagai obyek wisata bahari atau kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki potensi pariwisata yang patut diperhitungkan. “Kami mengapresiasi hasil kajian tersebut, tetapi tak mudah merealisasikan itu semua karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan proses yang relatif panjang,“ kata Iskandar beberapa waktu lalu.(7/5) Politisi asal PAN ini menambahkan jika pembangunan infrastruktur dibebankan sepenuhnya kepada Pemkab Sumenep, maka dana APBD tidak akan mencukupi untuk membiayai itu semua. “Estimasi kami ini membutuhkan biaya yang banyak dan sepertinya APBD kita terlalu berat untuk menanggung semua biaya infrastruktur. Apalagi saat kemarin saya juga ikut memantau, kondisi laut Pulau Giliyang agak dangkal, maka perlu satu kilometer dari bibir pantai ke tengah untuk pembangunan dermaga agar akses kapal menjadi lancar,“ paparnya menjelaskan. Diperkirakan, lanjut Iskandar, bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dermaga mencapai 400 juta. Itu pun masih kurang, minimal butuh anggaran 750 juta atau 1 miliar. Hal itu juga masih memperhitungkan kondisi lain sehingga kemungkinan bisa mencapai lebih dari 1 miliar. Pihaknya berharap pemerintah pusat memberikan bantuan anggaran, sehingga kendala infrastruktur pengembangan Giliyang dapat diatasi. (bim/*)