Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-07-2008
  • 579 Kali

Ponpes Sebagai Penangkal Budaya Asing

?News Room, Sabtu ( 05/07) Pondok Pesantren mempunyai peran yang cukup signifikan dalam upaya nangkal budaya asing, apalagi menghadapi dampak sosial pasca pembangunan jembatan Surabaya-Madura (SURAMADU). Hal tersebut disampaikan pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyyah KH Imam Khasyim Ali,SH saat ditemui di sela-sela acara Haul Akbar ke-27 dan Temu Alumni di pondok pesantren At-Taufiqiyyah Desa Aeng Baje Raja Kecamatan Bluto Sabtu pagi (05/07). Selanjutnya KH. Imam mengarapkan selain menanamkan ilmu keagamaan pondok pesatren juga membekali parasatri dengan ilmu pengetahuan baik berupa kemapuan dan keahlian (life Skill), sehigga santri mampu bersaing saat mereka terjun di Tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu Pondok Pesantren At-Taufiqiyyah yang berdiri sejak tahun 1942 oleh KH Khasyim Ali telah membetuk Ikatan Alummi Pondok Pesantren, dalam upaya mensolidkan santri dalam menyebarkan ilmu agama termasuk mengembangkan dan mempertahankan budaya islami, sehingga para santri yang telah lulus tidak akan melupakan budaya yang pernah mereka alami saat berada di lingkungan pondok pesatren bahkan, dapat mengaplikasikan nilai-nilai luhur budaya pondok pesantren tersebut di tengah-tengah masyarakat. Selain Haul Akbar dan Temu Alumni juga akan digelar Wisuda Purna Siswa bagi santri yang telah menyelesaikan pendidikannya di pondok pesantren dan rencanya acara tersebut akan dihadiri oleh Bupati Sumenep.(Yasik)