News Room, Rabu ( 23/10 ) Pimpinan Polres Sumenep terus meningkatkan pengamanan dilokasi pembacokan terhadap KBO Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna, di Desa Jabaan, Kecamatan Manding. Hingga memasuki hari ke 6 pasca kejadian pembacokan terhadap perwira Polres Sumenep itu, pelaku pembacokan yakni Sirat (29), warga Desa Jabaan, Kecamatan Manding itu, masih belum diketahui. Hanya saja, posisi keberadaannya sudah terdeteksi melalui Global Positioning System (GPS) Hand Phone (HP) yang digunakan pelaku. Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, menjelaskan, dari deteksi GPS HP pelaku, keberadaannya masih berada di wilayah hukum Polres Sumenep. Namun, polisi belum berhasil menangkapnya, karena setiap mendatangi lokasi sesuai sinyal GPS itu, pelaku masih bisa menjauh. “Kami terus memburu dan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan tersebut. Berdasarkan GPS HP, posisinya masih di Kabupaten Sumenep,”kata Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, Senin (23/10). Kapolres yakin, pelaku pembacokan tersebut akan segera tertangkap. Diduga kuat pelaku masih berkeliaran di sekitar rumahnya. “Mudah-mudahan segera ditangkap. Ratusan personel polisi tetap kita siagakan di seputaran Desa Jabaan, Kecamatan Mading,”terangnya. Memburu pelaku pembacokan tersebut tidak hanya memblokir pintu masuk Kota Sumenep. Akan tetapi jalan akses menuju ke Kalimantan juga dilokalisir. Petugas bersenjata lengkap dan pasukan penembak jitu telah diterjunkan. “Penangkapan pelaku pembacokan KBO Reskrim Polres Sumenep ini butuh kesabaran dan taktik jitu. Sebab pelaku merupakan residivis jambret yang tidak segan-segan melukai korbannya. Bahkan, wilayah operasinya tidak hanya wilayah hukum Sumenep, melainkan di wilayah hukum Balikpapan, Kalimantan melakukan hal serupa. Jadi, pelaku diduga kuat mempunyai jaringan diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Makanya kami optimalkan dalam proses penangkapannya termasuk menerjunkan sniper (penembak jitu) ke lapangan,”tegasnya. Sebelumnya, Perwira Polres Sumenep Iptu I Gede Pranata Wiguna., diduga dibacok pelaku curas bernama Sirat, di Desa Jabaan, Kecamatan Manding, pada Jumat (18/10) kemarin. Akibatnya, Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim tersebut mengalami luka serius di bagian pergelangan tangan kirinya. ( Nita, Esha )