News Room, Rabu ( 20/01 ) Peristiwa ledakan makam salah satu keturunan raja ke 13 dari salah satu Raja di Sumenep, yang memerintah pada tahun 1879-1901, Paku Nataningrat, polisi langsung mendatangi lokasi. Untuk penyelidikan sementara, polisi mengaku tidak ada kejanggalan dalam kejadian ini. Beberapa petugas kepolisian yang diterjunkan ke makam, Hj. R.Ajeng Salmah binti kiyai RB. Abdul Latif itu akhirnya tidak melakukan apa-apa. Kapolsek Kota, AKP Mohammad Heri mengatakan, peristiwa ini merupakan kejadian alam. Sehingga, tidak perlu adanya tindakan dari petugas. “Kami menganggap ini kejadian alam. Jadi, tidak ada tindakan apa-apa,†terangnya menegaskan. Hingga pukul 14.20 WIB, pengunjung Asta Tinggi terus berdatangan. Mereka ingin mengetahui dari dekat salah satu makam yang meledak pada Selasa (20/01) malam. Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu makam keturunan raja ke 13 dari salah satu raja di Sumenep, yakni Paku Nataningrat yang memerintah tahun 1879-1901, Hj. R.Aj. Salmah binti kiai RB. Abdul Latif di sebelah timur Pendopo Asta Tinggi, Sumenep, Selasa (19/01) sekitar pukul 22.30 WIB, meledak. Dan, bunyi ledakan tersebut terdengar hingga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, dengan radius 1 kilometer. ( Nita, Esha )