Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-06-2011
  • 407 Kali

Poktan Suka Maju Desa Juluk Panen Raya Penangkar Benih Padi

News Room, Jum’at ( 10/06 ) Kelompok Tani (Poktan) Suka Maju Desa Juluk Kecamatan Saronggi melakukan Panen Raya Penangkar Benih Padi Musim Tanam 2011, yang disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Dinas Kominfo, BP Statistik, PPL dan PHP serta Kepala Desa setempat beberapa waktu lalu. Usai melakukan panen raya penangkar benih padi, dilanjutkan tasyakuran yang dihadiri sebanyak 6 Kelompok Tani yang ada di Desa Juluk, Gapoktan dan kelompok penangkar benih se Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si mengatakan, untuk mewujudkan dan mengembangkan Kelompok Tani, pihaknya akan berupaya melakukan terobosan-terobosan, baik yang menyangkut penambhan modal, sarana dan prasarana berupaperalatan mesin pertanian, peningkatan pengetahuan tehknologi pertanian teptat guna. Pihaknya juga akan melakukan kerjasama dngan PT. Du Pont untuk mengawal penanganan hama penyakit tanaman padi, sehingga hasil produk padi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dan diupayakan tidak terjadi adanya gizi buruk dan busung lapar di Kabupaten Sumenep. Menyinggung pengembangan modal usaha kelompok tani, Bambang Hariyanto juga akan memprogramkan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk mendapatkan dana bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Disela-sela kegiatan panen raya, penyuluh pertanian Kecamatan Saronggi, Joko Sutyo Hutomo, SP maupun Ketua Kelompok Tani Suka Maju, A. Zaini, S.PdI mengungkapkan, dengan iklim saat ini yang kurangmendukung dengan adanya hama penyakit padi, pihaknya dapat mengatasi dengan menggunakan obat Prevathon 50 SC dan Kocide dari PT. Du Pont untuk mencegah pengerek batang. Guna mengetahui produktivitas per hektar, dilakukan pengukuran dengan ubinan 2,5 x 2,5 meter terhadap 3 contoh sawah meliputi, jenis bibit padi Cihareang yang dikawal dari awal dengan pola tanam menggunaka teknologi SRI dengan dorasi penuh satu lubang satu biji benih usia muda antara 7 hingga 10 hari, ditemukan menghasilkan 9,24 ton/hektar. Jenis bibit padi Inpari 1 dengan pola tanam yang sama menghasilkan 7,6 ton/hektar. Sedan perlakuan petani tanpa pengawalan dari kelompok, baik jenis bibit padi Cihareang maupun Inpari 1 hanya menghasilkan 4,5 ton/hektar. Hasil panen tersebut bukan untuk dikonsumsikan melainkan sebagai calon benih bersertifikat yang masih akan dilakukan penelitian di Laboraturium Badan Pengawas Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Holtikultura (BPSBTPH) Jawa Timur. ( JuP-25, y02k )