Sumenep Kominfo News Room : Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat diharapkan dapat mengendalikan emosionalnya. Jika hal ini dilakukan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Prop Jatim, Sucipto SH MSi saat penutupan Latihan Prajabatan Golongan II Angkatan 84/85 Pemprop Jatim 2007 di Malang, Rabu (15/8). Dikatakannya, dengan memberikan pelayanan profesional ditambah dengan sopan santun, maka masyarakat yang dilayani akan merasa puas dan senang. Sebagai abdi negara dan masyarakat, dalam menjalankan tugasnya perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM), terutama teknologi informasi (TI). Dengan teknologi tersebut akan dapat menunjang kinerja yang l ebih cepat dan akurat. TI itu bisa diperoleh dari pendidikan dan pelatihan maupun pendidikan formal lainnya. Dia mengungkapkan, aparatur dalam menjalankan tugasnya, juga harus dibekali dengan ilmu pengetahuan agama. Bekal agama ini penting, jika dalam menjalankan tugas, aparat dapat mengendalikan diri dari perbuatan tercela seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Selain itu, PNS harus mempunyai empat sifat yakni notoroso. Artinya, bisa mengendalikan diri dan menempatkan diri sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Mijil tresno, artinya dapat menempatkan diri di mana saja dan disenangi pimpinan dan masyarakat. Agawe karyo, artinya bisa berkarya dan menciptakan pekerjaan. Kemudian, among roso yang artinya, dapat beradaptasi di tempat kerjanya dan dapat menghormati pimpinan. Kasubag Diklat Kader, Drs. Munasim menambahkan, Diklat LPJ ini berlangsung selama sepuluh hari. Diikuti oleh CPNS golongan II se Jatim berjumlah 350 orang. Seluruhnya dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) dari Pemprop Jatim, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi administrasi pengangkatan, dari CPNS menjadi PNS penuh. ( JNR, Soek )