News Room, Rabu ( 17/09 ) Perahu Motor (PM) Srimuda Baru milik nelayan Kangean, yang memuat genteng dan bahan bangunan, menabrak Kapal SKA18 milik Kangean Energy Indonesia (KEI) yang sedang memandu survey seismik. Laka laut itu terjadi di perairan barat Kangean, Sumenep, Selasa (16/09) kemarin. PM Srimuda Baru yang dinahkodai Rifa'i (45) warga Kalisangka, pulau Kangean itu rencananya akan menuju Pelabuhan Batuguluk Kangean, dengan berpenumpang 5 orang. Namun ditengah perjalanan, PM tersebut menabrak Kapal SKA18 pada lambung bagian kiri di area survey siesmik (Selatan Pulau Mamburit arah barat daya). Akibatnya, PM Srimuda Baru pecah dan tenggelam seketika. 2 penumpangnya, yakni Karim (30) dan Sapra'i (40), keduanya warga Kapong, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan ikut tenggelam. Sedangkan 3 lainnya yang berhasil diselamatkan oleh petugas Kapal SKA18, masing-masing Rusli (37) warga Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Juhari (21), Kalianget, dan Rifa'i (45) warga Kalisangka, Kangean. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin menerangkan, hilangnya 2 penumpang itu, membuat Muspika Arjasa termasuk aparat kepolisian setempat bersama petugas dari perusahaan KEI langsung melakukan pencarian, dengan menggunakan kapal perusahaan KEI. Bahkan, dalam proses pencarian itu juga dilakukan dengan menerjunkan orang penyelam dari personel kapal milik perusahaan dengan kedalaman 104 meter, namun tidak menemukan 2 orang korban hilang. "Jangankan korban hilang, tubuh PM Srimuda Baru saja tidak ditemukan. Penyelam hanya menemukan kayu yang diduga potongan badan PM dan bungkusan sarimi serta bola lampu,"kata Mualimin kepada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Rabu (17/09). Ia menambahkan, kapal yang digunakan untuk mencari 2 korban hilang tersebut sudah dilengkapi berbagai macam alat. Tinggal mengevaluasi situasi dan kondisi dilapangan. Koordinasi dengan pihak Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan/Syahbandar Kangean dalam pencarian 2 korban hilang tetap dilakukan. Sebab, lokasi tenggelamnya PM Srimuda Baru milik nelayan tersebut mencapai 104 meter. “Pencarian 2 korban itu memang agak sulit dan penuh tantangan. Makanya, proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian,â€Âterangnya. Kemudian, untuk 3 orang korban selamat, saat ini masih mendapat perawatan intensif di Puskesmas setempat. ( Nita, Esha )