News Room, Sabtu ( 14/02 ) Masih buruknya kondisi perairan Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, menyebabkan pelayanan listrik tersendat. Sebab, PLN setempat kehabisan bahan bahan minyak (BBM) alias kosong, akibatnya, sudah 3 hari Pulau Sapeken gelap gulita. Untuk memperjelas padamnya listrik itu, belasan orang yang mewakili 879 pelanggan PLN Sapeken tersebut mendatangi Kantor PLN setempat. Mereka menilai PLN tidak tanggap dengan kondisi cuaca yang sering memburuk di perairan Sapeken. Juru bicara pelanggan PLN Pulau Sapeken, Joni mengatakan, selama ini, pelayanan PLN kurang maksimal, selain mengurangi jam pelayanan juga stok BBM tidak dipersiapkan lebih awal saat menjelang cuaca buruk. Seharusnya, saat cuaca menjelang tidak kondusif terhadap pelayaran, pengiriman BBM dipersiapkan lebih awal atau menyetok lebih banyak dibanding sebelumnya. “Sebenarnya pengiriman BBM sudah dilakukan, tapi tertahan ombak di Pelabuhan Batuguluk, Pulau Kangean. Tapi karena terkendala gelombang masih tinggi, maka tidak bisa berlayar ke Pulau Sapeken,â€Âkata Joni, ketika dihubungi melalui jaringan telepon, Sabtu (14/02). Dampak dari pemadaman listrik tersebut, selain menggangu home industri warga, juga aktivitas pendidikan yang berkaitan dengan komputer dan penerangan di Pondok Pesantren setempat juga terhenti. Para pengelola pendidikan umum maupun lembaga agama juga mendesak, agar pelayanan listrik cepat teratasi. Sementara itu, Kepala Kantor PLN Pulau/Kecamatan Sapeken, Rukmono membenarkan, jika pelayanan listrik terganggu karena kehabisan stok BBM setelah cuaca terus memburuk. “Kalau cuaca sudah membaik, dipastikan pelayanan listrik akan segera pulih kembali,â€Âterangnya. Dia menerangkan, jika cuaca diperairan Pulau Sapeken sudah membaik, maka pengiriman BBM akan dilanjutkan hari ini, dan listrik akan mulai nyala Sabtu malam.( Nita, Esha )