News Room, Jum’at ( 18/04 ) Menyambut peringatan Hari Sigap Pangan pada 20 April 2008 nanti, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumenep, mulai Jum’at pagi (18/04) menggelar gerakan segelas beras untuk fakir miskin, yang difokuskan bagi janda miskin, dengan start awal akan dibagikan bagi fakir miskin yang berdomisili diwilayah Kecamatan Kota Sumenep. Ketua DPD PKS Sumenep, Moh. Riadi menerangkan, gerakan segelas beras untuk fakir miskin itu dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat fakir miskin, dalam mencari sesuap nasi. Sebab, dengan lonjakan harga sembako di pasaran yang terjadi saat ini, betul-betul sangat mencekik masyarakat miskin, sehingga mereka merasa kesulitan memenuhi kebutuhan untuk makan. “Program ini gerakan segelas beras untuk fakir miskin yang dilakukan sekarang, memang merupakan start awal, dan nantinya akan dilaksanakan setiap bulan,†ujarnya. Riadi menambahkan, dengan adanya program tersebut, dirinya menginstruksikan kepada para kader PKS, agar secepatnya melaksanakan gerakan segelas beras untuk fakir miskin itu. Bahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat, supaya bisa berpartisipasi menyukseskan gerakan segelas beras untuk fakir miskin. Sebab, gerakan itu bukan semata-mata untuk memperkaya diri PKS, tapi justru untuk mengurangi beban para fakir miskin, yang sedang terbelit masalah kebutuhan pangan. “Saya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat fakir miskin terutama mengenai persoalan pangan, karena dari anggaran APBD yang diterima maupun yang didapat, itu ada hak-hak bagi masyarakat miskin untuk diberikan. Marilah, kita jangan menari dan bernyanyi diatas penderitaan fakir miskin,†pintanya. Riadi menjelaskan, dari hasil pengumpulan beras itu, pihaknya akan membagikan kepada fakir miskin khususnya janda miskin yang berada di Kecamatan Kota Sumenep. Namun, jika hasil pengumpulan beras itu melebihi target sebanyak 1.000 kilogram, maka tidak menutup kemungkinan, beras itu juga akan dibagikan kepada fakir miskin di luar Kecamatan Kota Sumenep. “Jika program tersebut berhasil, maka dipastikan masyarakat fakir miskin di Kabupaten Sumenep, setiap tahunnya akan mengalami penurunan,†tegasnya. ( Nita, Esha )