Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-11-2009
  • 578 Kali

Pintu Masuk Pantai Lombang Ditutupi Tumpukan Batu Karang

News Room, Jum’at ( 13/11 ) Pintu masuk kawasan Pantai Wisata Lombang, Kecamatan Batang-batang, ditutup oleh warga setempat dengan tumpukan batu karang. Aksi itu, selain didorong adanya kasus pemagaran areal dalam kawasan Pantai Wisata Lombang, dengan bambu dan duri oleh kerabat Hasin atau Hasim, puluhan warga yang biasa berjualan disekitar lokasi pantai wisata itu merasa sakit hati telah diusir oleh Hasin. “Ini bentuk protes warga Lombang atas tindakan Hasin yang dinilai semena-mena. Padahal, mereka berjualan dilahannya sendiri,”kata Masdawi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Lombang. Masdawi mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan yang dilakukan puluhan warga Desa Lombang, karena mereka adalah pemilik tanah di sekitar kawasan wisata Pantai Lombang yang telah diusir paksa dan diberi pagar bambu dan duri oleh kerabat Hasin. “Karena merasa dipermalukan dan dipermainkan, akhirnya mereka menilai sebaiknya Pantai Lombang sebagai kawasan wisata ditutup sekalian, karena hingga sekarang areal dalam masih dikelilingi pagar bambu dan duri,”ungkapnya. Sementara, Staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Wisata Lombang Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Atmoni membenarkan kejadian tersebut. Sejak pertengahan Agustus 2009, kerabat Hasin yang mengklaim sebagai pemilik tanah di areal dalam kawasan Pantai Wisata Lombang dan mengajukan gugatan perdata pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Pengadilan Negeri (PN) setempat, memasang pagar bambu dan duri sebagai bentuk protes. Kemudian, Pemkab Sumenep melalui UPT Pantai Wisata Lombang Disbudparpora langsung tidak menarik karcis tanda masuk Rp1.000 per-pengunjung, karena dinilai masih bermasalah. Sementara pada awal Oktober 2009, majelis hakim PN Sumenep memutuskan menolak gugatan perdata tentang klaim kepemilikan tanah di areal dalam kawasan Pantai Wisata Lombang yang diajukan oleh Hasin. Namun, hingga sekarang kerabat Hasin ternyata belum membongkar pagar bambu dan duri di areal dalam kawasan Pantai Wisata Lombang. Diduga karena itu, puluhan warga setempat yang merupakan pemilik tanah di sekitar areal dalam Pantai Wisata Lombang, menutup jalan masuk dengan tumpukan batu karang. ( Nita, Esha )