Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-07-2012
  • 513 Kali

Petani Tembakau Dianjurkan Lakukan Sekolah Lapang

News Room, Jumat ( 13/07 ) Sebagai upaya penarik daya minat masyarakat untuk lebih mengetahui perawatan tanaman, khususnya tanaman tembakau yang dalam skala preoritas sempurna dan berlaku di pasaran Internasional, perlu terus melakukan penanaman dan perawatan secara maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep bersama jajaran penyuluh dibawahnya, dengan melakukan pendampingan terhadap para kelompok tani. Salah satunya, yakni dengan melakukan Sekolah Lapang Intensifikasi Tembakau (SLIT). Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Daryoko, SP mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap para petani yang melakukan sekolah lapang. Sebab, petani dapat mengetahui dan mempelajari pola tanam melalui pengalamannya sendiri di lapangan. “Terbukti, dari hasil produksi yang dilakukan melalui sekolah lapangan oleh masyarakat hasilnya lebih unggul dari tahun ke tahun. Sebab, program tersebut sangat direspon baik oleh petani,”ujarnya. Diakui, selama ini produksi tembakau yang di ekspor kemanca negara adalah jenis tembakau N-1. Karena itu, upaya petani tembakau lebih sensitif dan pro aktif merawatnya, hingga hasil dari produksi mereka bisa lebih optimal dan memiliki nilai jenis yang diinginkan perusahaan. Sementara itu Penyuluh Dishutbun Sumenep di Kecamatan Guluk-guluk, Ir. Haerul Saleh mengakui, peningkatan produktifitas tembakau masyarakat tani tidak hanya memakai sistematika pertanian yang lama, bagaimana kedepan masyarakat tani sudah mengambil sistem agri bisnis. “Yakni, tidak terlalu banyak menggunakan pupuk kimia yang cenderung merusak daun tembakau. Cara ini juga akan menghemat biaya dan menjaga kualitas tembakau Madura,”ujarnya. Menurutnya, para petani tembakau khususnya di Kecamatan Guluk-guluk adalah penghasil tembakau yang baik, dan menjadi ciri khas dari daerah lain tentang aromanya. Kualitas ini harus dijaga jangan sampai menurun. Karena itu, perawatannya jangan sampai dirubah, artinya jangan terlalu banyak mencampur dengan pupuk organik yang baru yang belum pernah dipakai sebelumnya. ( Ren, Esha )