Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-08-2011
  • 660 Kali

Petani Geram, Garam Rakyat Dinilai Kurang Berkwalitas

News Room, Rabu ( 24/08 ) Adanya sinyalemen masyarakat jika harga garam ternyata saat ini menurut, ditepis Ketua Petani Garam Rakyat Sumenep, H. Suwarno. Menurutnya, sinyalemen itu sengaja dilontarkan petani yang kebetulan menjual garamnya kepada salah satu gudang yang memang tidak memiliki standar harga maupun timbangan yang benar. Sebab, selama ini para petani khususnya di daerah Pinggirpapas dan Karang Anyar tegas H. Suwarno merasa harga yang di berikan oleh PT. Garam (Persero) sejak 2 Agustus 2011 lalu melakukan pembelian tidak terjadi masalah. Hanya saja, memang tidak semua hasil garam masuk kwalitas KW-3, sebab memang diakui setiap lahan maupun cara pengolahan yang berbeda akan berbeda pula hasilnya. “Jelas tidak bisa kwalitas garam itu sama, ada yang bagus ad pula yang dibawah kwalitas, sehingga mempengarungi harga kurang dari garam yang berkwalitas,”jelasnya. Justeru, yang menjadi persoalan sekarang sebenarnya petani harus sama-sam berjuang bagaimana kwalitas garam khsusnya di Sumenep ini masih dianggap jelek oleh sebagaian pengusaha. Meskipun pada kenyataannya garam rakyat di Sumenep sebenarnya kwalitasnya cukup bagus. Hal tersebut diindikasi memang sengaj dilakukan untuk memberikan opini negatif bahwa garam rakyat berkwalitas jelek. Sehingga mereka kembali leluasa untuk membeli garam impor seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Suwarno berharap petani garam jangan sampai dijadikan alat dengan selalu menafikan kwalitas garam rakyat, sehingga ketika membeli garam rakyat dengan harga yang murah dengan alasan kwalitas garamnya kurang bagus. “Sebab, terbukti sekitar 3000 ton hasil garam petani dikelompok petani kami diambil semua oleh PT. Garam yang memang sudah memiliki komitment dengan kami untuk memprioritaskan pembelian garam rakyat.”tambahnya. Karena itu, H. Suwarno berharap apabila ada keinginan pihak legislatif mau memanggil perusahaan garam terkait harga garam, hendaknya juga mengundang seluruh pengusaha yang ada di Sumenep ini. Bahkan, jika perlu harus dilakukan monitoring pada pelaksanaan penjualan dan penimbangan garam di gudang yang melakukan transaksi pembelian garam, ( Ren, Esha )