News Room, Rabu ( 01/12 ) Keinginan petani garam rakyat untuk memiliki sarana dan prasarana yang baik, untuk menambah penghasilan yang selama ini banyak persoalan yang dihadapi, diharapkan segera terwujud. Sebab, selama ini sering terjadi harga garam yang kurang berpihak kepada petani garam, serta cuaca yang dalam 2 tahun ini tidak stabil, sehingga banyak petani garam yang tidak bisa menghasilkan garam dengan baik dan berkwalitas. Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat, H. Suwarno berharap dengan kedatangan Staf Ahli Kepresidenan RI, yang langsung turun kepada petani garam di Sumenep, khususnya di Desa Pinggirpapas dan Karang Anyar Kecamatan Kalianget, Selasa kemarin (30/11), bisa memberikan angin segar bagi petani garam rakyat yang betul-betul menginginkan kepedulian dari pemerintah. “Mereka bisa bercengkrama langsung dengan petani garam, bagaimana kesulitan budidaya garam, permodalan, serta harapan-harapan yang langsung dilontarkan petani ketika ditemui di ladangnya,”ujar H. Suwarno. Dari pengakuan para petani garam, mereka sempat berdiskusi soal modal petani garam yang selama ini belum pernah disentuh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelontorkan melalui beberapa Bank Pemerintah untuk membantu masyarakat melalui kredit tanpa agunan. Sebab, petani biasanya justru menerima jasa rentenir yang bisa menyediakan modal kapan saja diperlukan, sehingga penghasilan mereka justru habis untuk bayar bunga kepada rentenir dan sebagainya. Bahkan, tegas H. Suwarno, ada keinginan para petani yang disampaikan kepada Staf Ahli Kepresidenan RI itu, jika para petani garam menginginkan adanya pembuatan bak atau semacam waduk untuk penampungan air ketika terkena hujan, sehingga ketika belum saatnya panen kemudian kena hujan, dengan segera disalurkan ke waduk tersebut. Karena itu, diharapkan kepada instansi terkait, seperti Disperindag dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, yang sempat turun mendampingi Staf Ahli Kepresidenan RI ini, bisa memberikan pembinaan dan merespon keinginan petani garam rakyat di Sumenep dengan baik, serta menjadi pertimbangan program untuk tahun-tahun berikutnya. Sebab, produksi garam rakyat khususnya dari Sumenep cukup banyak memberikan kontribusi bagi ketersediaan Stok Garam Nasional (SGN). Karena itu, perhatian terhadap petani garam rakyat perlu menjadi catatan khusus. Yakni, bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan petani garam rakyat. ( Ren, Esha )