News Room, Selasa ( 01/06 ) Kekayaan situs sejarah dan sejumlah obyek wisata religi di Kabupaten Sumenep, tampaknya masih mendominasi dibanding pesona wisata lain, semisal Pantai Lombang dan Pantai Slopeng dengan pasir putihnya. Pesona wisata reiligi di Kabupaten Sumenep, diakui banyak kalangan memang penuh dengan estetika. Betapa tidak, tiap harinya, sejumlah situs sejarah religi di Bumi Sumekar ini terus dibanjiri pengunjung dari dalam dan luar Madura, bahkan dari Manca Negara. Bahkan beberapa waktu lalu, secara khusus, Dirjen Purbakala Jakarta, melakukan penulusuran detail dan intens, terkait sejumlah peninggalan sejarah keraton, dan situs makam-makam para raja yang ada di Asta Tinggi. Termasuk Benteng Belanda di Kalianget Sumenep. Upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk terus memajukan dan mengembangkan kekayaan yang melimpah. Meskipun diakui, banyaknya kekayaan pesona wisata di Kabupaten paling timur pulau Madura ini, sejauh ini masih belum sebanding dengan upaya promosi yang dilakukan oleh instansi terkait. “Itu kami akui, karena itu harus dikelola dengan baik, dan harus diperlihatkan pada masyarakat luas. Apalagi sudah banyak investor asing yang datang menawarkan kerjasama kesini,"ungkap Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM kepada sejumlah wartawan tadi siang, Selasa (01/06). Menurutnya, dalam hal promosi, selama ini memang sangat lemah. Terlihat banyak investor dari luar negeri justru setelah ada peresmian Jembatan Suramadu. Sebelumnya, sepertinya tidak keliatan dari luar daerah. Karena itu tegas H. Nasir, pihaknya berkomitmen untuk terus menginformasikan seluruh potensi yang dimiliki Sumenep, karena memang tidak bisa dipungkiri, luar biasa dibanding kota-kota lainnya di Madura. Dalam pantauan News Room selama ini, kemolekan aneka obyek wisata religi di Sumenep sering kemudian dijadikan modal oleh sejumlah kalangan yang memiliki kepentingan, salah satunya oleh sebagian kandidat Pemilukada Sumenep, yang akan bertarung pada 14 Juni 2010 mendatang. Bahkan, dalam salah satu visi-misi para kandidat Cabup-Cawabup dengan terang-terangan mengaku akan menggarap secara serius kekayaan budaya di Kota ini. Salah satunya adalah dengan mengembar-gemborkan Kota Wisata Religi. “Itu hal biasa, untuk meyakinkan masyarakat pemilih, agar bisa tersentuh dengan janji para calon orang yang akan menjadi orang nomor satu di Sumenep ini, semoga saja siapapun yang terpilih memang betul-betul dapat mewujudkan tekad baiknya,â€Âujar salah seorang seniman Sumenep, Edy Barbara. ( Ren, Esha )