Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-06-2008
  • 553 Kali

Pesilat Dewasa Asal Sumenep Siap Berlaga Di Event Nasional

News Room, Sabtu ( 14/06 ) Kejuaraan Sirkuit Nasional Wilayah IV yang akan dilaksanakan di Kendari Sulawesi sudah diambang pintu. Dua Pesilat IPSI Cabang Sumenep yang akan menjadi duta Jawa Timur setelah sebelumnya berhasil menyabet 2 emas di ajang kejuaraan Sirkuit Piala Gubernur Jatim bulan Mei 2008 lalu, mulai mempersiapkan diri melakukan latihan fisik dan mentalnya, agar lolos ke tingkat seleksi nasional (seleknas). Ketua Ikatan Perguruan Pencak Silat Indonesia Cabang Sumenep, Fathor Rasid Sofa berharap keduanya akan mampu tampil maksimal dalam pelaksanaan Sirkuit Nasional Wilayah IV tersebut yang merupakan program Pelatnas Jangka Panjang Pengurus Besar IPSI. Karena itu, dari masing-masing pesilat yang kebetulan dari dua perguruan Silat di Sumenep itu, diharapkan terus melakukan koordinasi dan laporan sejauh mana persiapan keduanya. Kedua pesilat IPSI Sumenep itu diantaranya Bambang Dodiyanto di kelas A dari Perguruan Silat Nurharis, dan Ahmad Nurbrata di kelas E dari Perguruan Walet Hitam. Bahkan tidak hanya kedua pesilat dewasa ini yang akan dipersiapkan IPSI Sumenep, ternyata dari pesilat muda pelajar juga mempersiapkan atlit dalam pelaksanakan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) setelah sebelumnya ketiga pesilatnya menyabet Juara I, II dan III pada Popda Jatim bulan Mei lalu. Ketiga pesilat muda ini diantaranya Juara I, Sunda Danuwari Sofa dari Walet Hitam, siswa SMPN I Sumenep, Juara II, Fifin Maulina dari Perisai Putih siswa MA Leggung Kecamatan Batang-batang, dan Juara III Muhlis dari Walet Hitam siswa MA Lengkong Kecamatan Guluk-guluk. Menurut Fathor Rasid, pihaknya dalam melakukan pembinaan kepada para atletnya masih terkendala dana. Sebab dalam beberapa kali menggelar dan mengikuti event kejuaraan itu, IPSI masih kesulitan dana. Bahkan dari pengurus dan Pembina IPSI sendiri sudah banyak menalangi pengeluaran untuk keperluan atlit dan pelaksanaannya. Disamping dana pembinaan dari Jawa Timur dan bantuan APBD Sumenep belum mencukupi untuk biaya event tersebut. Disinggung soal kerjasama dengan pihak sponsor, sampai saat ini diakui Fathor Rasid belum ada pihak lain yang menyesponsori untuk kegiatan event Pencak Silat. Karena itu, pihaknya berharap nantinya akan ada yang berkenan menyesponsori IPSI dalam menggelar event. Padahal menurutnya, atlit Pencak Silat di Sumenep sangat potensi dan bisa diandalkan. Hanya saja, masih terkendala dana yang belum bisa memenuhi setiap kali akan melaksanakan event. Sedangkan untuk mengkomersilkan pelaksanaan event pencak silat, seperti Bola Volly dan Sepak Bola, pihaknya masih harus berpikir seribu kali. ( Ren, Esha )