News Room, Kamis ( 06/05 ) Ada yang berbeda dengan kegiatan perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 5 Sumenep. Meski terkesan sederhana, namun tetap tidak meninggalkan kesan yang kurang mendalam pada saat-saat terakhir mereka mengeyam pendidikan di sekolahnya. Di sekolah yang menempati bangunan jaman Belanda ini, perpisahannya cukup dilaksanakan di ruang kelas masing-masing. Mereka bisa meluapkan rasa haru dan suka yang mendalam khusus bagi teman-teman yang ada dikelasnya masing-masing. Kepala SMP Negeri 5 Sumenep, Drs. Samikan, mengatakan, keinginan untuk lebih memeriahkan acara perpisahan kelas IX memang ada. Namun, ketika dengan berbagai pertimbangan realita dan kondisi mayoritas dari siswa, sepertinya saat ini masih kurang memungkinkan. Sebab, untuk acara seperti itu akan menghabiskan dana yang tidak sedikit. “Karena disamping akan membebani siswa yang mayoritas dari Desa Karang Anyar dan Pinggir Papas, saat ini masa-masa sulit bagi sebagian orang tua siswa,†ujarnya. Namun, meskipun tanpa acara perpisahan yang besar, masing-masing siswa kelas IX bisa mengapresiasikan acara perpisahan di dalam kelas masing-masing tanpa harus banyak mengeluarkan anggaran yang membebani siswa sendiri. Ketika ditanya soal tingkat kelulusan siswanya, Samikan mengaku optimis 100 persen lulus. Sebab, dari 140 siswa kelas IX selama beberapa bulan hingga pelaksanaan UNAS betul-betul mempersiapkan diri dengan matang. “Kita tunggu saja pengumuman hari Jumat besok, semoga semuanya lulus,†pungkasnya. ( Ren, Adjie )