Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-09-2013
  • 596 Kali

Permintaan Meningkat, Pengusaha Sulit Kumpulkan Dari Petani

News Room, Sabtu ( 14/09 ) Potensi cabe jamu yang memiliki nilai harga tinggi, ternyata tidak mudah diperoleh pada musim kemarau seperti saat ini, sehingga permintaan cabe jamu dari luar terpaksa tidak bisa dipenuhi oleh para pengepul dan pedagang cabe jamu di Sumenep. Seperti halnya yang diakui pedagang cabe jamu asal Desa dan Kecamatan Bluto, H. Nawawi kepada News Room, Sabtu (14/09). Menuruntya, permintaan cabe jamu keluar kota terus ada. Hanya saja, pada musim-musim kemarau hasil cabe jamu dari petani sangat sedikit, tidak seperti pada saat musim hujan. “Saat ini setiap harinya cabe jamu yang saya beli dari petani hanya sekitar 20 hingga 30 kilogram, padahal kalau musim hujan bisa 5 kwintal hingga 1 ton setiap harinya,”ujar pria yang sukses dengan usahanya ini. Dijelaskan, harga cabe jamu untuk saat ini berkisar Rp. 95.000,00 per-kilogram, karena harga cabe jamu biasanya memang naik pada saat stok berkurang. Sedangkan pengiriman cabe jamu milik H. Nawawi biasanya dikirim ke sejumlah perusahaan di Surabaya. Sementara, salah seorang petani, Haryanto, mengaku hasil tanaman cabe jamu miliknya memang tidak banyak dan tidak dibudidaya secara khusus. Dan yang ada selama ini hanya ditanam di pinggir-pinggir lahan perkebunan miliknya. “Meskipun harganya saat ini berkisar Rp. 70.000,00 hingga Rp. 90.000,00 per-kilogramnya kepada pedagang yang datang mencari kerumahnya, namun untuk mengumpulkan satu kilogram saja, terkadang bisa seminggu,”ujarnya. Sementara, untuk menekuni tanaman cabe jamu dalam jumlah banyak, Haryanto mengaku masih berpikir ulang. Disamping belum miliki modal dan keahlian dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe jamu, jaringan penjualannya pun masih belum banyak tahu, seperti halnya tanaman lainnya. ( Ren, Esha )