News Room, Jum’at ( 30/05 ) Seorang Kiai merupakan figur informasi atau pemimpin lokal (local Leader) yang berada di tengah-tengah komunitas masyarakat yang menjadi bagian dari komunitas sekitar dan memiliki sensitifitas atas problem mayoritas masyarakat. Sumbansih pemikiran seorang Kiai dalam kehidupan masyarakat, benar secara makro, dan secara tidak langsung mampu mengikat kehidupan masyarakat. Hal tersebut disampaikan salah seorang wartawan Sumenep, Taufik Yuspison kepada News Room, Jum’at (30/05). Dikatakan, dalam demokrasi, sah-sah saja seorang Kiai atau Ulama untuk terjun dalam ranah politik praktis. Sebab, dalam berpolitik, seorang Kiai dapat lebih mudah mengimplementasikan tanggung jawab dan cita-citanya dalam menjaga kehidupan bangsa, dan memastikan ummat lebih sejahtera. Ia menjelaskan, selama masa Orde Baru, peran Kiai sangat dibatasi, Ulama terkungkung dalam pesantren, tanpa mampu memperjuangkan aspirasi politiknya. Kehadiran para Kiai (tokoh masyarakat) dalam dunia politik diharapkan dapat memberikan warna kebaikan, sehingga citra politik yang dinilai hitam, secara bertahap dapat berubah menjadi putih. ( JuP-01, Esha )