News Room, Senin ( 26/10 ) Bahaya seks bebas dan penyalah gunaan narkotika, menjadi persoalan penting yang harus terus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Sebab, akhir-akhir ini, persoalan sek bebas dan penyelahgunaan narkotika menjadi fenomina gunung es, yang tampak hanya ujungnya, sementara yang tidak tampak lebih banyak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fatoni, M.Si kepada News Room, Senin (26/10) mengungkapkan, dalam upaya menanggulangi adanya perilaku seks bebas dan narkotika, khususnya bagi para remaja dan pelajar, perlu adanya sosialisasi yang berkesinambungan.
“Kami tidak hanya sekedar melaksanakan sosialisasi bagi remaja dan pelajar di Sumenep, namun turun langsung ke bawah, khususnya disekolah-sekolah,”ungkapnya.
Diakui dr. Fatoni, dalam kegiatan sosialisasi ke sejumlah sekolah, seperti SMP dan SMA di Sumenep, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan, guna mengetahui perkembangan kesehatan siswa agar betul-betul steril dari pengaruh negatif obat-obatan terlarang, apalagi sampai perilaku sek menyimpang.
Sosialisasi yang dilakukan meliputi pengetauan tentang reprodusi sehat, sek dan narkotika, sehingga mereka tahu dan ada kesadaran untuk menjauhinya. Namun, yang terpenting pula menurut dr. Fatoni, pemahaman tentang agama yang berhubungan dengan seks dan narkotika juga sangat penting.
Kemudian yang berkaitan dengan persoalan narkotika, diakui dr. Fatoni, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, sebagai lembaga yang menangani persoalan narkotika di Sumenep.
“Syukurlah, dari hasil yang diperoleh selama ini di Kabupaten Sumenep belum ditemukannya kasus ketergantungan pada siswa terhadap obat-obat terlarang, seperti narkotika dan sejenisnya,”pungkapnya. ( Ren, Esha )