Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-12-2012
  • 621 Kali

Perlu Perhatian Semua Pihak Atas Maraknya Kasus Kekerasan

News Room, Jumat ( 14/12 ) Maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia harus menjadi keprihatinan bersama, mulai dari orang tua, keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Termasuk di Kabupaten Sumenep, yang memiliki kasus kekerasan terhadap anak cukup tinggi, perlu mendapat perhatian semua pihak. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMP-KB Kabupaten Sumenep, Dra. Hj. Sri Nurhayati, M.Hum mengakui masih banyaknya kasus kekerasan terhadap anak termasuk pemukulan, pelecehan seksual, penelantaran dan sebagainya perlu upaya bersama dalam mencegah terjadinya perilaku kejahatan kepada anak ini. “Upaya yang dilakukan harus dimulai dari orang tua, yang seharusnya bisa menjadi teman curhat serta juga bisa menjadi guru dan teladan yang baik bagi anak. Sebab, perilaku anak tidak lepas dengan perilaku orang tuanya,”ujarnya. Sebab, anak lebih banyak berada di keluarganya, jadi ketauladanan orang tua, seperti berprilaku serta melakukan hal-hal yang baik harus ditanamkan, agar anak tidak sampai kehilangan figur orang tua yang baik. Kemudian guru di sekolah menurut Hj. Sri, jangan sampai menjadi orang yang menakutkan bagi anak didiknya. Padahal guru bisa menjadi sahabat yang baik, untuk menumbuhkan inspirasi anak, sehingga dalam tumbuh kembangnya anak, akan lebih bersikap bijaksana dan dewasa dalam melakukan sesuatu. Sebab, yang dikhawatirkan dari tingginya angka pengaduan kekerasan terhadap anak, merupakan tanda bahwa lingkungan anak yang seharusnya menjadi benteng perlindungan anak, justru menjadi pelaku utama yang menakutkan. Karena itu, di Kabupaten Sumenep telah terbentuk Forum Anak Sumenep, yang sudah banyak melakukan kegiatan seperti seminar tentang hak dan kewajiaban anak, termasuk kepada para guru dan orang tua yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak dalam kehidupan sehari-hari. “Bahkan, kami juga melakukan pendampingan terhadap anak yang mendapat perilaku kekerasan, melaporkan kepada pihak berwenang bahkan juga menggandeng advokasi hingga mendapatkan solusi atau putusan akhir,”tambahnya. ( Ren, Esha )