News Room, Kamis ( 26/03 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Konferensi Muslimat NU Kabupaten Sumenep 2015 di Pondok Pesantren Aqidah Usmuni Terate Sumenep, Kamis (26/03) berharap keberadaan Muslimat NU ke depan, akan tetap kuat jika mampu melakukan transformasi kelembagaan secara baik. Dalam arti bahwa Muslimat NU harus memperbaiki manajemen kelembagaan secara berkelanjutan.
“Sebab, jika sebuah organisasi tidak dikelola dengan baik, maka jalannya organisasi tersebut akan pincang. transformasi kelembagaan seperti ini sangat penting, mengingat tranformasi perubahan juga makin cepat,”ungkapnya.
Dikatakan, dengan makin cepatnya perubahan di sekitar kita. Mau tidak mau, Muslimat harus terus memperbaiki kualitas manajemen organisasinya, serta harus terus melakukan transformasi gerakan secara nyata. Yakni, dengan melakukan gerakan-gerakan transformatif yang mampu memenuhi dahaga problematika umat saat ini dan dimasa mendatang.
Diharapkan pula, Muslimat NU tidak hanya menjalankan aktifitas rutin, tetapi dalam setiap perlintasan waktu, mengambil bagian untuk memberikan pencerahan atas masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Misalnya saja, ikut serta dalam upaya mengatasi anak putus sekolah, kemiskinan, pengangguran, moralitas sosial, kesehatan masyarakat dan lain sebagainya.
“Marilah kita jaga kualitas ukhuwah nahdiyah antara sesama warga NU. momen konferensi saat ini, bukan untuk kita bercerai berai, tetapi momentum untuk mempererat ukhuwah antara sesama anggota Nahdhatul Ulama,”tambahnya.
Sementara itu dalam kesempatan tersebut Bupati Sumenep yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim, memberikan bantuan sebesar Rp. 10 juta rupiah, untuk kegiatan Organisasi Muslimat NU, yang diterima langsung Ketua Muslimat NU masa bhakti 2010-2015, Ny. Hj. Aqidah Usmuni. ( Ren, Esha )